Percepat Internet Sekolah, Pemkot Kupang Gandeng Telkomsel Sasar 67 Titik
Foto: PKP_tony ga
Ketika pembelajaran semakin bergantung pada teknologi, kualitas jaringan internet ikut menentukan seberapa jauh sekolah dapat memanfaatkan perangkat digital yang tersedia. Karena itu, Pemerintah Kota Kupang mendorong percepatan penanganan jaringan internet di sekolah-sekolah yang masih mengalami gangguan, terutama di kawasan pinggiran.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Pemerintah Kota Kupang bersama PT Telkomsel Kantor Cabang Kupang di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang, Senin (7/9).
Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji, S.STP., M.Si., Camat Maulafa Imanuel A. Eliaser, S.H., Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Dance Bistolen, serta jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika. Dari Telkomsel hadir Manajer Network Operation and Performance (NOP) Kupang, I Wayan Sudana, bersama tim.
Wawali menyampaikan, keluhan mengenai lemahnya jaringan di sejumlah sekolah telah menjadi perhatian Pemerintah Kota Kupang. Salah satu wilayah yang mendapat sorotan adalah Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa.

Ia bahkan mengalami langsung persoalan tersebut ketika menghadiri upacara Hari Pendidikan Nasional di salah satu sekolah di wilayah itu. Saat itu, jaringan internet di lokasi tidak stabil dan beberapa kali hilang. “Pendidikan sekarang sudah berbasis digital. Anak-anak kita butuh akses internet yang stabil. Sayang sekali jika di tengah kota saja masih ada sekolah yang kesulitan,” ujar Serena.
Berdasarkan data sementara yang dibahas dalam rapat, terdapat 21 SMP dan 46 SD di Kota Kupang yang masih mengalami kendala jaringan. Pemkot Kupang meminta titik-titik tersebut dipetakan secara lebih rinci. Dengan demikian, penanganan tidak dilakukan secara umum, tetapi berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.
Bagi Pemkot, persoalan ini menjadi semakin penting karena transformasi pembelajaran di sekolah terus bergerak. Hampir seluruh sekolah di Kota Kupang telah dilengkapi Interactive Panel Display (IPD) yang membutuhkan koneksi internet untuk dapat digunakan secara optimal.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji, mengatakan pemerintah pusat juga akan menambah tiga unit IPD di setiap sekolah pada tahun ini. “Kalau satu unit saja sudah sulit mengakses, apalagi tiga. Maka perhatian terhadap jaringan di sekolah-sekolah pinggiran sangat mendesak,” katanya.
Artinya, pembangunan sarana digital tidak cukup berhenti pada penyediaan perangkat. Infrastruktur pendukung, terutama konektivitas internet, harus ikut dipastikan tersedia agar investasi teknologi benar-benar memberi dampak terhadap proses belajar mengajar.

Serena menegaskan, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Pemerintah Kota Kupang melalui perangkat daerah terkait akan membuka data dan mendampingi proses pemetaan, sementara Telkomsel diharapkan dapat memberikan solusi teknis sesuai kondisi lapangan.
Masukan serupa disampaikan Camat Maulafa, Imanuel A. Eliaser dan Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Dance Bistolen. Mereka menyebut persoalan jaringan tidak hanya ditemukan di pusat kota, tetapi juga di kawasan pinggiran dan sejumlah lokasi yang relatif terpencil.
Menanggapi hal itu, Manajer Network Operation and Performance Telkomsel Kupang, I Wayan Sudana, menyatakan kesiapan Telkomsel untuk segera turun melakukan pengecekan di lokasi-lokasi yang dilaporkan mengalami gangguan.
Pengecekan lapangan akan dilakukan untuk memastikan kondisi jaringan pada setiap titik sekaligus menentukan bentuk penanganan yang paling sesuai. “Kami siap membantu. Dalam minggu ini kami sudah mulai bergerak. Detail PIC dan koordinasi lapangan kami siapkan agar perbaikan bisa segera dieksekusi,” tegas I Wayan.
Ia juga menyebut Compact Mobile BTS atau BTS bergerak sebagai salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan secara optimal.

Komitmen tersebut disambut baik Wawali. Pemerintah Kota Kupang, katanya, siap menyediakan data tambahan dan mendampingi tim teknis Telkomsel dalam survei lapangan.
Bagi Serena, langkah ini bukan semata-mata soal memperkuat sinyal. Lebih jauh, pemerataan konektivitas merupakan bagian dari upaya memastikan setiap anak di Kota Kupang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan memanfaatkan teknologi. Sekolah di pusat kota maupun di kawasan pinggiran, menurut dia, harus mendapatkan dukungan infrastruktur digital yang memadai.
Koordinasi Pemkot Kupang dan Telkomsel menjadi langkah awal untuk mempercepat penanganan 67 sekolah yang teridentifikasi mengalami kendala jaringan, sekaligus memperluas pemerataan akses internet pendidikan di Kota Kupang.
Dengan jaringan yang lebih stabil, perangkat digital yang telah tersedia di sekolah diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas, tetapi benar-benar menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membuka lebih banyak akses pengetahuan bagi siswa dan guru. *PKP_yoel tabun/ansel ladjar*
Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Berita Terkini
Dari Warisan Leluhur ke Ekonomi Warga, Festival Bu...
Dari panggung seni anak-anak hingga jejak tradisi yang diwariskan anta...
08 September 2026, 14:03
PON 2028 Jadi Momentum Kota Kupang Naik Kelas, UMK...
Pemerintah Kota Kupang mulai menyiapkan ekosistem kota untuk menyambut...
07 September 2026, 18:35
Dari Pantai Kopan, Sejarah Perjumpaan Kupang Dihid...
Pantai Kopan bukan sekadar ruang terbuka di tepian Kota Kupang. Kawasa...
07 September 2026, 14:31
Pemkot Kupang Dukung IPHI Siapkan Calon Jamaah Haj...
Persiapan ibadah haji tidak cukup dilakukan ketika waktu keberangkatan...
07 September 2026, 14:27
Digital Literacy Goes To School Tahap II Berakhir,...
Pemerintah Kota Kupang menegaskan pentingnya membangun budaya digital...
05 September 2026, 09:27