PON 2028 Jadi Momentum Kota Kupang Naik Kelas, UMKM hingga Hospitality Disiapkan
Foto: PKP_ist
Pemerintah Kota Kupang mulai menyiapkan ekosistem kota untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028. Tak hanya membenahi fasilitas olahraga dan akomodasi, Pemkot Kupang juga mendorong UMKM agar mampu menangkap peluang ekonomi dari kedatangan atlet dan wisatawan.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc mengatakan PON XXII menjadi peluang besar bagi Kota Kupang untuk mengembangkan sport tourism sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Kota Kupang sangat antusias. Kami sedang mempersiapkan fasilitas, infrastruktur, lapangan-lapangan olahraga, dan bagaimana nantinya Kota Kupang bisa menjadi tuan rumah yang nyaman,” kata Serena dalam podcast Konvergensi bersama CEO Investortrust, Primus Dorimulu di Jakarta, Kamis (3/9).
Menurut Serena, tantangan tidak hanya terletak pada kesiapan venue, tetapi juga bagaimana memastikan atlet dan wisatawan memperoleh pengalaman yang nyaman selama berada di Kota Kupang. Karena itu, Pemkot menyiapkan hotel maupun homestay dengan standar pelayanan yang memadai.

“Homestay sudah banyak dan sudah mulai kita persiapkan SOP-SOP-nya supaya bisa menjadi tempat yang nyaman untuk para atlet dan wisatawan,” ujarnya.
Di saat yang sama, sektor UMKM disiapkan menjadi bagian penting dari ekosistem PON. Salah satunya melaluiSABOAK (Sunday Market buat Orang Kupang) yang kini melibatkan sekitar 500 komunitas atau UMKM.
Serena menyebut aktivitas tersebut telah menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp6,2 miliar dalam satu tahun. Produk yang dominan ditawarkan berupa kuliner, jajanan pasar, dan pangan lokal.
Penguatan UMKM juga diarahkan ke pasar digital melalui Indonesia Open Network (ION). Jaringan perdagangan terbuka ini diharapkan memperluas akses pasar pelaku usaha lokal, termasuk produk kerajinan dan tenun NTT.

Serena mengatakan potensi ekonomi lokal tidak berhenti pada kuliner. Produk tenun NTT juga terus berkembang dari kain menjadi pakaian dan berbagai produk fesyen, bahkan mulai dilirik desainer dari luar daerah.
Untuk memperkuat pengalaman wisatawan, Serena juga mengenalkan kuliner khas yang dapat menjadi bagian dari daya tarik Kota Kupang, yakni se’i, ikan kuah asam, dan jagung bose.
Menurutnya, posisi Kota Kupang sebagai kota provinsi sekaligus kota jasa membuat daerah ini memiliki peluang besar menerima arus kedatangan masyarakat dari berbagai daerah. Momentum PON diharapkan memperluas peran tersebut menjadi pintu masuk bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal. “Jadi setelah urusan administrasi, lalu mereka pergi ke berbagai daerah yang dekat di Kota Kupang untuk destinasi wisata,” kata Serena.
Karena itu, Pemkot Kupang mengajak masyarakat ikut mengambil bagian dalam momentum PON 2028 dengan menjadikan Kupang sebagai kota yang nyaman bagi atlet, wisatawan, sekaligus ruang tumbuh bagi pelaku usaha lokal. “Ayo bersama-sama kita jadikan Kota Kupang sebagai tempat yang nyaman untuk sport tourism,” tutur Serena. *PKP_ansel ladjar*
Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Berita Terkini
Dari Warisan Leluhur ke Ekonomi Warga, Festival Bu...
Dari panggung seni anak-anak hingga jejak tradisi yang diwariskan anta...
08 September 2026, 14:03
Percepat Internet Sekolah, Pemkot Kupang Gandeng T...
Ketika pembelajaran semakin bergantung pada teknologi, kualitas jaring...
08 September 2026, 14:00
Dari Pantai Kopan, Sejarah Perjumpaan Kupang Dihid...
Pantai Kopan bukan sekadar ruang terbuka di tepian Kota Kupang. Kawasa...
07 September 2026, 14:31
Pemkot Kupang Dukung IPHI Siapkan Calon Jamaah Haj...
Persiapan ibadah haji tidak cukup dilakukan ketika waktu keberangkatan...
07 September 2026, 14:27
Digital Literacy Goes To School Tahap II Berakhir,...
Pemerintah Kota Kupang menegaskan pentingnya membangun budaya digital...
05 September 2026, 09:27