Menuju PON 2028, Kota Kupang Siapkan Kriket sebagai Mesin Prestasi Baru NTT
Foto: PKP_echon saudale
Menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, Kota Kupang mulai mematangkan strategi pembinaan atlet sekaligus memperkuat kesiapan sebagai salah satu pusat penyelenggaraan olahraga di Nusa Tenggara Timur. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui pengembangan cabang olahraga kriket yang diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan prestasi daerah.
Sinergi antara Pengurus Provinsi Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTT, Pengurus Cabang PCI Kota Kupang, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang menjadi bagian dari persiapan menghadapi agenda besar tersebut. Strategi pembinaan dan kesiapan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Kriket yang dirangkaikan dengan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dibahas dalam dialog interaktif Kupang Menyapa Pro 1 RRI Kupang, Jumat (24/7).
Dialog tersebut menghadirkan Wakil Wali Kota Kupang sekaligus Ketua PCI Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., Ketua Umum Pengprov PCI NTT, Dr. Inche D. P. Sayuna, S.H., M.Hum., M.Kn, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Marthin Alan Yoga Girsang, S.H., M.H.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa menjadi tuan rumah Kejurda Kriket merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Kota Kupang. Menurutnya, ada dua target utama yang harus dicapai, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.

"Sebagai tuan rumah, kita harus memastikan penyelenggaraannya berjalan baik. Tetapi kita juga memiliki target prestasi karena Kota Kupang bukan hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai peserta yang ingin memberikan hasil terbaik," ujar Serena.
Ia menjelaskan, berbagai persiapan terus dilakukan, mulai dari kesiapan venue, perangkat pertandingan, jadwal, tenaga medis, hingga koordinasi antar pihak agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan profesional.
Untuk pelaksanaan Kejurda Kriket dan Popda, Stadion Oepoi Kupang akan digunakan sebagai salah satu lokasi pertandingan. Pemanfaatan stadion tersebut menjadi langkah sementara sambil menunggu pembangunan fasilitas kriket standar yang sedang dipersiapkan oleh Pengprov PCI NTT.
Menurut Serena, Kota Kupang memiliki potensi besar dalam cabang olahraga kriket. Hal tersebut terlihat dari prestasi atlet-atlet Kota Kupang yang selama ini telah berkontribusi pada berbagai kejuaraan tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Karena itu, pembinaan atlet akan dilakukan secara serius melalui proses seleksi yang ketat, pelatihan teknik, peningkatan fisik, pembentukan mental juara, serta simulasi pertandingan agar atlet terbiasa menghadapi tekanan kompetisi.
"Seorang atlet tidak hanya membutuhkan kemampuan teknik, tetapi juga fisik dan mental yang kuat. Mental juara harus dibangun sejak awal agar atlet tidak mudah menyerah ketika menghadapi lawan yang lebih kuat," jelasnya.

Selain membangun prestasi atlet saat ini, PCI Kota Kupang juga mulai menyiapkan fondasi pembinaan dari usia dini melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Dispora. Sosialisasi kepada guru-guru PJOK di tingkat SD dan SMP serta kegiatan coaching clinic menjadi bagian dari strategi memperkenalkan kriket kepada generasi muda.
Serena menegaskan bahwa prestasi tidak dapat dibangun secara instan. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berjenjang, mulai dari pengenalan olahraga, pencarian bakat, penguatan pelatih, hingga pembentukan atlet berprestasi. "Kalau kita ingin punya prestasi yang baik, kita harus mulai dari sekarang. Atlet harus dibina, tetapi pelatih juga harus diperkuat karena keberhasilan atlet tidak bisa dilepaskan dari peran pelatih," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PCI NTT, Dr. Inche D. P. Sayuna, menjelaskan bahwa Kejurda Kriket menjadi momentum penting untuk melakukan talent scouting dan memetakan kekuatan atlet NTT menuju PON 2028.
Menurutnya, Kejurda bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi titik awal pembentukan tim bayangan yang akan dipersiapkan secara bertahap menghadapi PON.
Sebanyak 22 kabupaten/kota telah diundang untuk berpartisipasi, dan hingga saat ini sejumlah daerah telah menyatakan kesiapan mengikuti kejuaraan tersebut. Hasil Kejurda nantinya akan dikombinasikan dengan atlet senior yang telah memiliki pengalaman bertanding pada ajang nasional.
PCI NTT juga menyiapkan program pembinaan jangka panjang dengan membentuk dua lapis tim putra dan putri sebagai bagian dari persiapan menuju skuad utama PON 2028.

Dari sisi fasilitas, Pengprov PCI NTT tengah membangun kompleks kriket di atas lahan seluas 6 hektare hasil kerja sama dengan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang. Kompleks tersebut dirancang memiliki tiga lapangan dengan standar internasional yang diharapkan mampu menjadi pusat latihan sekaligus venue pertandingan.
Pengembangan fasilitas tersebut mendapat perhatian dari komunitas kriket internasional, termasuk dukungan tenaga ahli dan kurator dari Australia untuk memastikan standar lapangan sesuai ketentuan internasional.
Kepala Dispora Kota Kupang, Marthin Alan Yoga Girsang, menegaskan Pemerintah Kota Kupang siap mendukung penyelenggaraan event olahraga yang menjadi bagian dari persiapan menuju PON 2028.
Menurutnya, pelaksanaan Popda dan Kejurda Kriket tidak hanya bertujuan mencari atlet berprestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga daerah. "Kesuksesan event olahraga tidak hanya dilihat dari penyelenggaraan dan prestasi, tetapi juga dampak ekonominya. Kehadiran atlet dan kontingen dari berbagai daerah harus menjadi peluang untuk menggerakkan UMKM dan memperkenalkan potensi Kota Kupang," ujarnya.
Melalui sinergi pemerintah, organisasi olahraga, dunia pendidikan, dan masyarakat, Kota Kupang optimistis dapat menghadirkan pembinaan olahraga yang berkelanjutan sekaligus mempersiapkan atlet-atlet terbaik NTT menuju PON XXII Tahun 2028.
Kriket tidak hanya menjadi cabang olahraga yang dipersiapkan untuk meraih medali, tetapi juga menjadi bagian dari langkah besar membangun generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berprestasi. *PKP_tamar ndapatady/ansel ladjar*
Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Berita Terkini
Wawali Buka PushBike Fun Race 2026, Dorong Ruang P...
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., mengha...
28 Juli 2026, 14:50
Wali Kota Kupang Lepas 48 Kontingen Pramuka Kota K...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi melepas 48 anggot...
28 Juli 2026, 14:47
Festival Budaya Multi-Etnis Oesapa Barat, Sekda: K...
Keberagaman budaya yang hidup dalam harmoni menjadi kekuatan besar bag...
28 Juli 2026, 14:42
DWP Kota Kupang Perkuat Peran Orang Tua, Sekda: Ka...
Pendidikan anak tidak hanya berbicara tentang prestasi akademik, tetap...
28 Juli 2026, 14:40
Wawali Dukung INOVASI NTT, Jadikan Kunjungan Dubes...
Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mit...
28 Juli 2026, 10:15