Wali Kota Kupang Resmikan Rumah Pastori II GMIT Jemaat Hosana Sungkaen

Selasa, 21 Juli 2026 | 15:16:28
Gambar Berita

Foto: PKP_tonny ga

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meresmikan Rumah Pastori II GMIT Jemaat Hosana Sungkaen di Gedung Gereja Hosana Sungkaen, Minggu (19/7). Peresmian tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pelayanan gereja sekaligus menegaskan sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan beriman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi NTT, Filmon Loasana, Ketua Majelis Klasis GMIT Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Paula Kapioru-Pattikawa, S.Th., Ketua Majelis Jemaat GMIT Hosana Sungkaen, Pdt. Mercy Salamoni, S.Th., Sekretaris Camat Maulafa, Plt. Lurah Naimata, para majelis jemaat, tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia pembangunan, serta jemaat GMIT Hosana Sungkaen.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa cita-cita Pemerintah Kota Kupang adalah menghadirkan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, iman yang kokoh, serta semangat hidup saling menghargai, saling membantu, dan bergotong royong.

Menurutnya, pembentukan karakter tidak hanya berlangsung di ruang-ruang pendidikan formal, tetapi juga melalui pembinaan yang dilakukan lembaga-lembaga keagamaan. Karena itu, gereja memiliki peran strategis dalam membentuk manusia yang utuh, yakni pribadi yang sehat, cerdas, berintegritas, dan memiliki kehidupan rohani yang kuat.

Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada GMIT Jemaat Hosana Sungkaen yang selama ini telah menjadi mitra Pemerintah Kota Kupang dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ia menilai pelayanan gereja turut berkontribusi menciptakan masyarakat yang mampu hidup berdampingan dalam kasih, toleransi, dan semangat kebersamaan.

"Manusia yang unggul bukan hanya manusia yang pintar, tetapi juga sehat, memiliki iman yang kuat, dan karakter yang baik. Di situlah gereja mengambil peran penting dalam membentuk manusia seutuhnya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengatakan bahwa Rumah Pastori II yang diresmikan bukan sekadar bangunan yang berdiri dari batu, pasir, semen, dan tembok, tetapi lahir dari doa, iman, kasih, serta pengharapan seluruh jemaat.

Menurutnya, rumah pastori akan menjadi pusat pelayanan pastoral, tempat umat datang menyampaikan pergumulan, memperoleh penguatan, pendampingan rohani, serta mengalami kasih Kristus yang nyata melalui pelayanan gereja.

"Hari ini kita tidak hanya meresmikan sebuah gedung, tetapi memperkuat fondasi pelayanan gereja. Rumah pastori akan menjadi tempat kasih Kristus dinyatakan bagi setiap orang yang datang mencari penguatan dan pengharapan," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengenang kehadirannya sekitar tiga bulan lalu saat peletakan batu pertama pembangunan Rumah Pastori II. Ia mengaku sengaja kembali menghadiri peresmian sebagai bentuk perhatian dan kecintaannya kepada Jemaat GMIT Hosana Sungkaen.

Ia juga memastikan bantuan Pemerintah Kota Kupang sebesar Rp50 juta untuk mendukung pembangunan rumah pastori telah disetujui dan sedang diproses sesuai mekanisme administrasi pemerintahan. Wali Kota meminta jemaat bersabar karena proses pencairan harus melalui tahapan pemeriksaan sebagai bentuk akuntabilitas dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah.

Wali Kota memberikan apresiasi atas semangat gotong royong jemaat yang mampu menyelesaikan pembangunan rumah pastori hanya dalam waktu sekitar tiga bulan. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas, kebersamaan, dan pengorbanan seluruh warga jemaat.

Ia mengingatkan bahwa bangunan fisik dapat selesai dalam hitungan bulan, tetapi membangun iman, karakter, dan persekutuan merupakan pekerjaan sepanjang hayat yang membutuhkan komitmen seluruh umat. Karena itu, ia mengajak seluruh jemaat terus menjaga semangat persaudaraan demi mendukung terwujudnya Kota Kupang sebagai Kota Kasih sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Majelis Klasis GMIT Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Paula Kapioru-Pattikawa, S.Th., dalam suara gembalanya menyampaikan apresiasi atas semangat iman dan kebersamaan Jemaat GMIT Hosana Sungkaen yang mampu menyelesaikan pembangunan Rumah Pastori II hanya dalam waktu tiga bulan. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan semata-mata karena kekuatan materi, melainkan buah dari iman, doa, pengorbanan, dan gotong royong seluruh jemaat. Ia mengaku kerap menceritakan keteladanan Jemaat Hosana Sungkaen ketika memberikan penguatan kepada jemaat lain yang merasa terbatas, karena jemaat ini telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang ketika segala sesuatu dikerjakan dengan iman kepada Tuhan.

Lebih lanjut, Pdt. Mercy menegaskan bahwa pastori bukan sekadar rumah tinggal bagi pendeta, melainkan simbol kehadiran pelayanan Allah di tengah umat. Pastori harus menjadi rumah yang terbuka, menjadi tempat doa, tempat perjumpaan, ruang percakapan pastoral, serta tempat jemaat memperoleh penguatan dalam setiap pergumulan hidup. Ia mengingatkan bahwa seorang pendeta dipanggil untuk hidup bersama jemaat, mengenal kehidupan umat secara dekat, serta berjalan bersama mereka dalam suka maupun duka. Karena itu, setiap pendeta yang melayani diharapkan menempati pastori agar pelayanan pastoral dapat berlangsung semakin efektif dan menyentuh kehidupan jemaat.

Menutup suara gembalanya, Pdt. Mercy menyampaikan terima kasih kepada seluruh jemaat yang telah memberikan tenaga, waktu, dana, dan doa sehingga Rumah Pastori II dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Ia berharap pastori tersebut menjadi rumah bersama yang menghadirkan kasih Kristus, mempererat persekutuan, membangun iman, serta menjadi pusat pelayanan yang membawa damai dan pengharapan bagi setiap orang. Menurutnya, Jemaat GMIT Hosana Sungkaen telah menunjukkan teladan bahwa pembangunan yang dikerjakan dengan iman, kebersamaan, dan semangat saling menopang akan menghasilkan buah yang membanggakan serta menjadi inspirasi bagi jemaat-jemaat lainnya. *PKP_chris dethan/ansel ladjar*

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali