Wawali Serena Serap Aspirasi RT/RW: Pelayanan Harus Dekat, Solusi Harus Nyata

Senin, 08 Juni 2026 | 14:55:11
Gambar Berita

Foto: PKP_echon saudale

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa pembangunan kota tidak bisa hanya dilakukan dari balik meja pemerintahan, tetapi harus dimulai dengan mendengar suara masyarakat secara langsung melalui para Ketua RT dan RW yang setiap hari berhadapan dengan berbagai persoalan warga.

Pesan tersebut disampaikan Serena saat menghadiri pertemuan dan diskusi interaktif bersama para Ketua RT dan RW se-Kelurahan Oesapa Selatan yang berlangsung di Sekolah Lapangan Nekamese, Kabupaten Kupang, Sabtu (6/6), dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Lurah Oesapa Selatan, Thobias Thallo, ST., Ketua LPM Oesapa Selatan, Yulius Pandie, serta seluruh Ketua RT dan RW se-Kelurahan Oesapa Selatan.

Dalam sambutannya, Serena memberikan penghormatan khusus kepada para Ketua RT dan RW yang disebutnya sebagai ujung tombak pelayanan pemerintahan sekaligus pihak yang paling memahami kondisi riil masyarakat.

“Bapak dan Mama RT/RW adalah garda terdepan sekaligus penguasa wilayah yang paling tahu apa yang terjadi di lingkungan masing-masing. Karena itu saya datang bukan hanya sebagai Wakil Wali Kota, tetapi juga sebagai anak Oesapa Selatan yang ingin mendengar langsung suara orang tua dan masyarakatnya,” ujarnya.

Menurut Serena, keberhasilan pembangunan tidak ditentukan oleh seberapa banyak program yang dirancang pemerintah, melainkan seberapa tepat program tersebut menjawab kebutuhan warga. Karena itu, ruang dialog seperti ini menjadi bagian penting dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam diskusi yang berlangsung terbuka, para Ketua RT dan RW menyampaikan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian warga, mulai dari pengelolaan sampah, kondisi jalan lingkungan dan penerangan jalan, keamanan wilayah, hingga optimalisasi Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM).

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Serena menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus menghadirkan solusi yang bertahap namun berkelanjutan.

Terkait persoalan sampah, ia mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah dari sekadar masalah menjadi sumber nilai ekonomi melalui penguatan bank sampah.

“Sampah jangan lagi dipandang sebagai aib. Kalau dikelola dengan baik melalui bank sampah, sampah bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga,” jelasnya.

Menyangkut pembangunan jalan lingkungan dan lampu jalan, Serena mengakui adanya tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional. Namun demikian, ia memastikan Pemerintah Kota Kupang tetap berupaya menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara bertahap dan berkeadilan.

Ia bahkan berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR guna mendata wilayah dan gang yang masih minim penerangan agar dapat menjadi prioritas penanganan.

Pada isu keamanan lingkungan, Serena mengajak masyarakat untuk memperkuat budaya saling menjaga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.

“Kita harus saling baku jaga. Kalau ada hal-hal yang mencurigakan, jangan diam. Segera laporkan dan saling mengingatkan satu sama lain,” tegasnya.

Sementara itu, terkait Dana PEM dan alokasi anggaran stimulan Rp500 juta per kelurahan, Serena mendorong agar program-program yang diusulkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi pemuda, pengembangan ruang publik, taman baca, maupun fasilitas sosial yang bermanfaat langsung bagi warga.

Ia meminta lurah, LPM, RT dan RW untuk duduk bersama merumuskan program prioritas sehingga setiap rupiah anggaran dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Di penghujung pertemuan, Serena menyampaikan bahwa tidak semua aspirasi dapat diwujudkan dalam waktu singkat karena keterbatasan fiskal daerah. Namun ia memastikan Pemerintah Kota Kupang akan terus bekerja dengan prinsip pemerataan pembangunan dari pusat kota hingga wilayah pinggiran.

“Yang terpenting adalah komunikasi tetap terjaga. Pemerintah tidak boleh jauh dari rakyat, dan rakyat juga tidak boleh berjalan sendiri tanpa pemerintah. Kalau kita terus berdialog dan berkolaborasi, maka persoalan-persoalan yang ada pasti bisa kita selesaikan bersama,” ungkapnya.

Selain membahas berbagai isu pembangunan, forum tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat pelestarian budaya lokal. Ketua LPM Oesapa Selatan, Yulius Pandie secara resmi mengumumkan pembentukan panitia penyelenggara event budaya yang akan digelar dalam waktu dekat sebagai wadah memperkuat identitas dan kebersamaan warga.

Ketua LPM menegaskan bahwa keberhasilan acara tersebut sangat bergantung pada gotong royong seluruh elemen kelurahan.

"Kami berharap penuh agar pihak kelurahan, para Ketua RT dan RW, serta seluruh lapisan masyarakat Oesapa Selatan dapat saling berkolaborasi dan ambil bagian aktif demi menyukseskan event budaya ini," ujarnya. *PKP_tamar ndapatady/nina tiara*

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali