Wali Kota Kupang: Literasi adalah Fondasi Kekuatan Kota dan Harapan Masa Depan Generasi

Kamis, 23 April 2026 | 17:07:44
Gambar Berita

Foto: PKP_dedy irawan

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun kekuatan sebuah kota yang berkelanjutan. Hal ini disampaikannya dalam acara Pengukuhan Bunda Literasi Kota Kupang dan Kampanye Gerakan Gemar Membaca melalui Lomba Bercerita oleh Anak PAUD Kota Kupang yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (22/4).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, Ketua Himpaudi Kota Kupang, Jefri Libertus, Ketua IGTKI, Mandasia Syamsudin, Staf Ahli TP PKK Kota Kupang, Angela Lusi Deran, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Elisa Pelt - Lumbang Tobing, para dewan juri, serta 42 anak peserta lomba bercerita.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Literasi Kota Kupang yang baru, dr. Widya Cahya, resmi dikukuhkan. Wali Kota menyampaikan ucapan selamat seraya berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bunda PAUD dan Bunda Literasi sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.

“Hari ini bagi saya bukan sekadar seremoni, tetapi tentang harapan. Harapan bahwa sebuah kota menjadi kuat bukan hanya karena infrastruktur dan visi, tetapi karena ilmu pengetahuan, karakter, dan peran Bunda Literasi,” ujar Wali Kota.

Ia menekankan pentingnya membangun budaya literasi sejak dini, dimulai dari lingkungan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Menurutnya, anak-anak belajar dari teladan yang mereka lihat di rumah, sehingga peran orang tua sangat krusial dalam menumbuhkan minat baca.

Wali Kota juga mengutip pesan inspiratif dari aktivis pendidikan penerima Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, yang menyatakan bahwa “satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena dapat mengubah dunia.” Kutipan tersebut, menurutnya, mengandung makna mendalam bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil dalam pendidikan.

Lebih lanjut, ia mengajak para orang tua untuk membiasakan anak-anak membaca secara bertahap dan tanpa paksaan. “Tidak harus satu hari satu buku. Satu halaman, satu paragraf, bahkan satu kalimat pun cukup, yang penting konsisten. Jangan sampai anak merasa membaca itu beban, tetapi jadikan sebagai kebiasaan yang menyenangkan,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar lingkungan rumah dipenuhi dengan buku sebagai sarana yang mudah dijangkau anak-anak, sehingga secara alami menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap membaca.

Menurutnya, satu buku yang dibaca sama dengan satu cerita yang didengar, dan satu cerita dapat melahirkan keberanian seorang anak untuk bermimpi. Oleh karena itu, gerakan literasi harus terus dijaga dan diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun generasi Kota Kupang yang cerdas dan berkarakter.

Di akhir sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan tersebut sebagai awal dari gerakan besar dalam membangun budaya literasi di Kota Kupang. Ia juga memberikan semangat kepada anak-anak peserta lomba bercerita agar berani tampil, mengekspresikan diri, dan terus bermimpi besar.

“Kepada Bunda Literasi, selamat mengemban amanah. Semoga kehadiran bunda menjadi cahaya yang menuntun anak-anak kita menuju masa depan yang lebih baik. Dan kepada anak-anak, teruslah membaca dan bermimpi, karena masa depan Kota Kupang ada di tangan kalian,” tutupnya.

Sementara itu, laporan panitia yang disampaikan oleh Ketua Pokja II TP PKK Kota Kupang, Petty Mardina P. Pratami Ly, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya terintegrasi TP PKK dalam memperkuat peran keluarga sebagai pusat pendidikan pertama bagi anak. Melalui pengukuhan Bunda Literasi, diharapkan hadir figur penggerak yang mampu mengoordinasikan dan menghidupkan berbagai inisiatif literasi hingga ke tingkat rumah tangga dan lingkungan masyarakat.

Ia juga memaparkan bahwa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada anak, tetapi juga menyasar orang tua melalui kelas parenting yang mengangkat isu pengasuhan positif dan pencegahan kekerasan terhadap anak. Selain itu, lomba bercerita yang diikuti oleh 42 anak PAUD menjadi sarana untuk melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta imajinasi anak sejak dini. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, TP PKK, satuan pendidikan, dan keluarga dalam menumbuhkan budaya literasi yang berkelanjutan di Kota Kupang. *PKP_chris dethan/nina tiara*

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali