Hadiri Muscab PKB, Wali Kota Kupang Gaungkan Politik Harmoni dan Kolaborasi untuk Rakyat
Foto: PKP_eman hala
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kupang dan Kabupaten Kupang yang digelar di Hotel Neo by Aston Kupang, Selasa (21/4).
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan DPP PKB, Lalu Hadrian Irfani, anggota DPR RI, Usman Hussein, Bupati Kupang, Yosef Lede, Ketua DPW PKB NTT, Aloysius Malo Ladi, jajaran pengurus partai, Forkopimda, tokoh agama, serta para kader dan peserta musyawarah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas kontribusi PKB dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa kemajuan Kota Kupang tidak terlepas dari peran aktif partai politik yang terus menghadirkan gagasan, kritik konstruktif, dan kolaborasi nyata bersama pemerintah. “Saya hadir bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi sebagai bentuk penghormatan. PKB telah memberi kontribusi penting melalui ide, gagasan, dan kerja nyata bagi pembangunan Kota Kupang,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang demokrasi yang strategis untuk merumuskan arah kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. “Ini bukan sekadar kegiatan tahunan. Ini adalah ruang demokrasi, tempat ide bertemu, perbedaan disatukan, dan keputusan strategis untuk kepentingan rakyat dilahirkan,” tegasnya.
Menurutnya, esensi musyawarah tidak terletak pada kekuatan, melainkan pada kebijaksanaan dalam mendengar dan memperjuangkan kepentingan bersama. “Musyawarah bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling mampu mendengar dan paling konsisten memperjuangkan kepentingan bersama. Di situlah letak kebijaksanaan,” tambahnya.
Dalam konteks pembangunan daerah, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, kata dia, tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan partai politik dan seluruh elemen masyarakat. “Kalau mau berjalan cepat, kita bisa sendiri. Tapi kalau mau berjalan jauh, kita harus bersama. Kota Kupang memilih berjalan jauh, dengan gotong royong dan kolaborasi,” ujarnya.

Ia juga mengangkat konsep “harmoni” sebagai kunci dalam kehidupan politik dan pembangunan. Menurutnya, perbedaan dalam politik justru menjadi kekuatan jika dikelola dalam keseimbangan. “Politik itu penuh warna. Tetapi ketika semua bergerak dalam proporsi yang tepat, akan tercipta harmoni yang indah untuk membangun daerah dan negara,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, ia berharap Muscab ini mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat, relevan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. “Pada akhirnya, otoritas bukan soal kekuasaan, tetapi tentang menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan DPP PKB, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa Muscab kali ini mengedepankan semangat kebersamaan tanpa kompetisi internal. Proses tidak lagi berorientasi pada voting, melainkan pada perumusan program strategis lima tahun ke depan. “Muscab ini bukan ajang perebutan posisi, tetapi ruang merumuskan strategi dan program untuk memperkuat peran PKB sebagai partai yang hadir dan bekerja untuk masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mendorong seluruh kader PKB untuk terus hadir di tengah masyarakat dan bersinergi dengan pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari kemiskinan hingga sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Bupati Kupang, Yosef Lede, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muscab merupakan forum strategis yang tidak hanya membahas konsolidasi organisasi, tetapi juga menentukan arah kebijakan dan program kerja partai ke depan. “Keputusan-keputusan politik yang lahir dari forum seperti ini memiliki peran besar dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional. Karena itu, proses politik harus menjadi ruang pembelajaran yang sehat bagi kader dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah dalam membangun wilayah. “Kami sebagai pemerintah membuka ruang kolaborasi. Kritik, masukan, dan gagasan dari partai politik sangat dibutuhkan agar pembangunan berjalan lebih baik dan tepat sasaran,” tambahnya.

Ketua DPW PKB NTT, Aloysius Malo Ladi, menyampaikan bahwa Muscab menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian partai sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan.
Ia mengungkapkan bahwa PKB di NTT terus menunjukkan tren positif, baik dari sisi perolehan kursi legislatif maupun penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat bawah. “Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengawal program pembangunan dan memastikan kehadiran PKB benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa Muscab kali ini mengedepankan musyawarah mufakat tanpa mekanisme voting, dengan penilaian berbasis dedikasi dan kinerja kader. *PKP_ansel ladjar/nina tiara*
Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Berita Terkini
“Top Ranger” Kupang Tembus Panggung Global, Inovas...
Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, SH, menerima kunjungan...
22 April 2026, 20:10
Wakil Wali Kota Kupang Terima Audiensi GMNI, Bahas...
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., meneri...
22 April 2026, 15:26
Wali Kota Terima Audiensi Panitia MTQ Tingkat Kota...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi Panitia Musa...
22 April 2026, 09:35
Kota Kupang Diapresiasi Kemenkeu, Kinerja Fiskal J...
Kinerja fiskal Pemerintah Kota Kupang kembali mendapat pengakuan dari...
21 April 2026, 17:10
Wali Kota Kupang Terima Jasindo, Bahas Kolaborasi...
Pemerintah Kota Kupang terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai...
21 April 2026, 17:09