Didukung Pusat, Wali Kota Siap Jadikan Kota Kupang Percontohan Pengelolaan Sampah di NTT

Kamis, 09 April 2026 | 07:33:58
Gambar Berita

Foto: PKP_jacky mure

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Haruki Agustina, bersama Kepala Bidang Wilayah 3 Pusdal Lingkungan Hidup Bali Nusra, Ade Soeharso, dan jajaran di ruang kerja Wali Kota Kupang, Rabu (8/4).

Turut mendampingi Wali Kota Kupang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH, Kadis DPMTSP Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Kupang, Achmad Likur.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Mitigasi Perubahan Iklim menyampaikan apresiasi atas komitmen dan langkah progresif Pemerintah Kota Kupang dalam membenahi sistem pengelolaan sampah. Ia bahkan secara tegas mendorong agar Kota Kupang tampil sebagai wajah perubahan di NTT.

“Saya melihat ada komitmen yang kuat di Kota Kupang. Ini penting, karena sebagai ibu kota provinsi, Kupang seharusnya menjadi contoh. Kami ingin ada satu daerah di NTT yang bisa menjadi role model, dan Kota Kupang punya potensi itu,” ujar Haruki.

Dukungan tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil penilaian terbaru, capaian pengelolaan sampah Kota Kupang mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya 41,93 menjadi 50,8. Meski masih dalam kategori pembinaan, tren ini dinilai sebagai sinyal positif menuju lompatan yang lebih besar.

Pemerintah pusat bahkan menargetkan peningkatan lebih ambisius, dengan dorongan kenaikan hingga 15 poin, melampaui target minimal nasional. “Kalau hanya naik 10 itu sayang. Saya ingin Kota Kupang naik lebih tinggi. Kita dorong bersama agar bisa menjadi contoh nyata,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup siap memberikan pendampingan penuh, mulai dari peningkatan kapasitas SDM, penguatan sistem penyuluhan masyarakat, hingga mendorong kolaborasi dengan sektor swasta melalui program CSR.

Salah satu strategi yang akan dikembangkan adalah pilot project pengelolaan sampah terpadu berbasis kecamatan dengan konsep zero waste. Program ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN seperti Pertamina dan PLN, dalam mendukung pengolahan sampah menjadi energi dan produk bernilai ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan kesiapan penuh Pemerintah Kota Kupang untuk bertransformasi dan menjawab tantangan tersebut. “Kami sadar, membangun sistem pengelolaan sampah bukan pekerjaan instan. Tapi kami punya komitmen kuat. Kami mulai dari nol, membangun roadmap yang jelas, dari hulu ke hilir,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Kota Kupang saat ini memproduksi sekitar 267 ton sampah per hari. Untuk itu, Pemkot telah merancang sistem pengelolaan berbasis wilayah, dengan target setiap kecamatan memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), sehingga hanya residu yang dibuang ke TPA. “Kami tidak mau lagi hanya memindahkan sampah dari satu titik ke titik lain. Harus ada pengolahan. Target kami, hanya 15 persen residu yang masuk ke TPA,” jelasnya.

Selain itu, berbagai inovasi juga telah dilakukan, mulai dari pembentukan Satgas Penanganan Sampah, pengaturan jam buang sampah, penyediaan ratusan kontainer, hingga lomba kebersihan antar kelurahan dengan insentif program senilai hingga Rp1 miliar.

Namun demikian, Wali Kota mengakui bahwa tantangan terbesar masih terletak pada kesadaran dan partisipasi masyarakat. “Mengubah kebiasaan itu tidak mudah. Tapi kami tidak akan berhenti. Edukasi terus kami lakukan, dari sekolah, gereja, hingga tingkat RT,” ujarnya.

Direktur Mitigasi pun menegaskan bahwa kunci keberhasilan memang terletak pada perubahan perilaku masyarakat, yang harus didukung dengan sistem layanan yang konsisten dan terintegrasi. Sebagai langkah konkret, pemerintah pusat juga mendorong pelibatan tenaga penyuluh lintas sektor, termasuk dari BKKBN dan tenaga kesehatan, untuk memperkuat edukasi pemilahan sampah dari sumber. Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi dan pendampingan berkelanjutan, termasuk pemantauan progres secara berkala.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah, Kota Kupang kini berada di jalur yang tepat untuk bertransformasi menjadi kota percontohan pengelolaan sampah di NTT, bahkan berpotensi menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

“Kalau ada satu kota di NTT yang berhasil, maka itu akan menjadi pintu perubahan bagi yang lain. Dan kami percaya, Kota Kupang bisa memulai itu,” tutup Haruki. *PKP_ansel ladjar/nina tiara*

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali