Wali Kota Kupang Hadiri Pentahbisan Gedung Ibadah GMIT Sion Oepura dan Pengutusan Perhadapan Pelayan

Senin, 06 Juli 2026 | 08:59:14
Gambar Berita

Foto: PKP_tonny ga

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri dan memberikan sambutan pada Pentahbisan Gedung Ibadah GMIT Sion Oepura sekaligus Pengutusan Pelayanan Pendeta, yang berlangsung di Gedung GMIT Sion Oepura, Minggu (29/6).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Kupang Ivan Lenny Mila Meha,S.STP,MM, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Elia Carolina Tiara,S.STP Anggota DPRD Kota Kupang, Neda Ridla Lalay,S.H, Wakil Ketua Majelis Klasis Kota Kupang, pengurus Klasis Kota Kupang, Ketua Majelis Jemaat GMIT Sion Oepura, segenap Jemaat GMIT Sion Oepura, Pendeta Silvia J.C.Foeh Rozet,S.Si, Pendeta Jeanne P. Tuulima Konay, S.Si.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jemaat GMIT Sion Oepura yang selama ini telah berperan aktif membantu Pemerintah Kota Kupang, dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat, khususnya melalui pelayanan kerohanian.

“Membangun kota bukan hanya soal infrastruktur, jalan megah, gedung tinggi, atau jembatan. Yang lebih penting adalah bagaimana manusianya, pendidikannya, kesehatannya, dan semangat gotong royongnya. Di sinilah peran gereja, khususnya GMIT Sion Oepura, sangat penting,” tegas Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa pentahbisan hari ini bukan hanya meresmikan gedung, tetapi juga merayakan perjalanan iman, kerja keras, kolaborasi, doa, dan pengorbanan seluruh jemaat.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap berkomitmen mendukung lembaga keagamaan. Wali Kota menyebut bantuan untuk gereja, lembaga keagamaan, yayasan, dan panti asuhan tidak dikurangi satu rupiah pun. Secara simbolis, Pemerintah Kota menyerahkan bantuan sebesar Rp30.000.000 kepada GMIT Sion Oepura.

Ia juga mencontohkan penghematan anggaran dengan tidak membeli mobil dinas baru bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, sehingga dana tersebut dapat dialihkan untuk beasiswa, bantuan sosial, dan bantuan keagamaan.

“Orang bijak bilang, coming together is beginning, staying together is progress, working together is success. Mari kita jaga kerja sama dan kerukunan antarumat beragama. Kota Kupang harus hidup dalam harmoni yang seimbang dalam perbedaan,” ujarnya.

Mengakhiri sambutan, Wali Kota mengucapkan selamat atas pentahbisan Gedung Ibadah GMIT Sion Oepura. Ia juga menyampaikan selamat menjalankan tugas pelayanan kepada Pendeta Jeanne dan terima kasih kepada Pendeta Silvia atas pengabdian selama ini.

“Kiranya gedung gereja ini menjadi tempat di mana iman diteguhkan, kasih dipraktikkan, dan pengharapan terus dinyalakan bagi generasi yang akan datang,” tutupnya.

Sementara itu Pendeta Silvia J.C. Foeh Rozet menyampaikan rasa syukur atas pelayanan selama 3 tahun 10 bulan di Jemaat Sion Oepura yang hari ini diakhiri. Ia berterima kasih kepada Majelis Jemaat, Panitia Pembangunan, tim pelayanan, dan seluruh jemaat atas kebersamaan dan dukungan selama masa pelayanan.

“Kami mohon maaf jika ada kekurangan selama pelayanan. Segala yang baik yang telah kita rangkai bersama kami bawa dalam doa. Kasih kita tidak terbatas. Sion dan Koinonia hanya berjarak 5 menit, kita pasti akan bertemu kembali,” ucapnya.

Pendeta Jeanne juga menyampaikan syukur kepada Tuhan atas kesempatan melayani di GMIT Sion Oepura. Ia memohon dukungan Majelis, BPP, UPP, dan jemaat untuk bekerja dan berjalan bersama. Ia juga menyampaikan permohonan izin untuk menempati rumah pastori yang disediakan jemaat.

Ketua Panitia Pembangunan, Dr. Noven Bulan, melaporkan proses pembangunan gedung berlangsung sejak 2019 hingga 2026, atau efektif selama 6 tahun karena jeda pandemi 2020-2021. Pembangunan berlangsung selama dua periode: periode pertama oleh Bapak Yos Anaratu dan periode 2024-2026 oleh Dr. Noven Bulan bersama tim.

Total anggaran pembangunan mencapai Rp 7.078.398.574, bersumber dari APBJ Jemaat Sion Oepura, sumbangan Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, BRI, Bank NTT, Pilindo, Bank Lister Jaya, sumbangan wajib jemaat, organisasi gereja, serta material seperti semen, pasir, batu, dan besi.

Panitia juga menyampaikan kabar akan ada bantuan dari Wakil Presiden RI untuk penyelesaian item yang belum tuntas. “Semua ini terjadi karena campur tangan Tuhan dan dukungan Bapak, Mama, Saudara semua. Kami mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama proses pembangunan,” kata Dr. Noven.

Gedung GMIT Sion Oepura yang telah berdiri selama lebih dari 33 tahun dibangun kembali karena pertambahan jumlah jemaat yang signifikan sehingga daya tampung gedung lama tidak memadai lagi. *PKP_yesti ola/ansel ladjar*

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali