Hadiri Penutupan Kupang Lampion Street Market, Wali Kota Dorong Penguatan UMKM dan Perkuat Harmoni Keberagaman
Foto: PKP_abi letman
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, hadir dalam acara penutupan Kupang Lampion Street Market yang berlangsung selama tiga hari di ruas Jalan El-Tari, depan Rumah Jabatan Gubernur NTT, Minggu (8/3).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., Anggota DPD RI, Ir. Abraham Paul Liyanto, unsur Forkopimda Kota Kupang, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi NTT, Hengky Lianto, Ketua Kadin NTT, Bobby Lianto, Ketua Hakka NTT, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan, Ir. Theodorus Widodo, Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, serta perwakilan berbagai paguyuban se-Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada PSMTI Provinsi NTT serta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang perjumpaan dan silaturahmi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pergerakan ekonomi di Kota Kupang, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Selama tiga hari ini kegiatan Kupang Lampion Street Market telah menggerakkan ekonomi di Kota Kupang dan meningkatkan daya saing UMKM. Kita beri tepuk tangan untuk PSMTI yang sudah banyak membantu pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Kupang, mengingat karakteristik daerah yang bertumpu pada sektor jasa dan perdagangan. “UMKM adalah denyut nadi ekonomi di Kota Kupang. Kita ini kota jasa dan perdagangan. Kita tidak punya banyak hasil bumi, tetapi UMKM menjadi tumpuan ekonomi kita,” katanya.
Atas kontribusi tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada PSMTI yang dinilai telah mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing UMKM. Ia juga membuka peluang agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan lebih sering di masa mendatang, tidak terbatas pada perayaan tertentu.

“Kalau tahun depan mau dibuat lagi, boleh juga dua kali setahun. Tidak harus saat Imlek. Bisa juga festival makanan saat Natal atau momen lainnya. Kota Kupang siap mendukung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota memaknai simbol Tahun Kuda Api sebagai inspirasi bagi pembangunan Kota Kupang. Menurutnya, kuda melambangkan kerja keras dan kekuatan, sedangkan api melambangkan energi serta transformasi menuju perubahan yang lebih baik.
Ia juga menyoroti tema kegiatan “Harmoni dalam Keberagaman” yang dinilai sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Kota Kupang yang majemuk. Menurutnya, harmoni bukan berarti menyeragamkan perbedaan, tetapi menciptakan keseimbangan di tengah keberagaman.
“Kota Kupang adalah kanvasnya, sementara kita semua adalah warna-warninya. Jika disusun dengan baik, maka akan menjadi lukisan indah bernama Kota Kupang yang maju,” katanya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kolaborasi lintas suku, agama, dan etnis demi kemajuan daerah. Ia menyebutkan bahwa Kota Kupang baru saja meraih sejumlah penghargaan nasional, di antaranya masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran serta menerima penghargaan Cita Kota Damai dan Inklusif dari Menteri Dalam Negeri.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mengajak seluruh masyarakat untuk terus memelihara semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat di NTT.
Ia mengatakan bahwa keberagaman suku, budaya, dan agama yang dimiliki masyarakat NTT merupakan kekuatan besar untuk saling menghargai, mendukung, dan mempererat persaudaraan.
Menurutnya, penyelenggaraan Kupang Lampion Street Market selama tiga hari menunjukkan bagaimana ruang publik dapat menjadi tempat bertumbuhnya kreativitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Ia menambahkan bahwa sektor UMKM memberikan kontribusi besar bagi perekonomian, bahkan menyumbang sekitar 60 persen terhadap perekonomian daerah. Karena itu, kegiatan seperti festival kuliner dan budaya dinilai penting untuk meningkatkan konsumsi masyarakat, memperluas peredaran uang di daerah, serta memperkuat ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Kupang Lampion Street Market, dr. Andree Hartanto, Sp.OG., menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 6–8 Maret tersebut dapat berjalan dengan baik berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, unsur Forkopimda Provinsi dan Kota Kupang, sponsor, mitra kerja, komunitas, serta relawan.
Panitia melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 70 pelaku UMKM dengan seluruh slot terisi penuh, bahkan terdapat daftar tunggu bagi pelaku usaha yang ingin bergabung.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun bersama Bank Indonesia, selama dua hari pertama transaksi yang terjadi mencapai hampir Rp500 juta dengan ribuan transaksi. Total transaksi selama tiga hari kegiatan diperkirakan mendekati Rp1 miliar.
Panitia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari kalender event pariwisata Kota Kupang sekaligus menjadi ruang yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM di daerah. *PKP_chris dethan/nina tiara*
Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Berita Terkini
Wali Kota Kupang Tekankan Revolusi Sistem: Kinerja...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya perubaha...
31 Maret 2026, 07:43
Wali Kota Kupang Tekankan Percepatan Sistem Kerja...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya percepat...
30 Maret 2026, 11:29
Arisan Perdana PSMTI Kota Kupang, Wali Kota Tekank...
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang menggela...
29 Maret 2026, 19:16
Sekda Kota Kupang Tekankan Pentingnya Kolaborasi d...
Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., secara resmi...
29 Maret 2026, 12:46
Wali Kota Kupang: Pawai Takbir Bukan Sekadar Peray...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa kegiatan Pawa...
21 Maret 2026, 13:47