80 Pelajar SMP Kota Kupang Unjuk Kemampuan Pidato Bahasa Inggris

Kamis, 05 November 2026 | 20:57
Gambar Berita

Foto: PKP_abi letman

Pemerintah Kota Kupang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kompetensi generasi muda. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Pidato Bahasa Inggris Tingkat SMP/Sederajat Lingkup Pemerintah Kota Kupang Tahun 2026 yang dibuka oleh Asiste Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Kupang, Yanuar Dally, S.H., M.Si., di Hotel Kristal Kupang, Kamis (5/11).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, mengasah keterampilan komunikasi, sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan di hadapan publik. Lomba tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang, Sekretaris Dinas Pendidikan, para juri, guru pendamping, serta peserta lomba.

Dalam sambutannya, Yanuar menegaskan bahwa penyelenggaraan lomba pidato Bahasa Inggris merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik dan karakter yang baik, tetapi juga perlu dibekali keterampilan yang relevan dengan tantangan masa depan.

Ia menilai, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting di tengah perkembangan dunia yang semakin terbuka. Penguasaan bahasa internasional tersebut dapat memperluas kesempatan generasi muda untuk berkomunikasi, membangun jejaring, serta menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan masyarakat dari berbagai negara.

“Kalau kita ingin dapat berkomunikasi, bekerja sama, dan berkolaborasi dengan negara lain, maka kita harus bisa berbahasa Inggris, paling tidak memahami bahasa tersebut,” tegas Yanuar.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kemampuan berpidato bukan sekadar keberanian berbicara di depan umum, melainkan juga keterampilan menyampaikan gagasan secara jelas, terstruktur, dan runtut agar pesan dapat dipahami dengan baik oleh pendengar.

Karena itu, Yanuar mengajak seluruh peserta untuk mengikuti perlombaan dengan penuh percaya diri, mempersiapkan diri secara matang, serta menjaga konsentrasi selama tampil. Ia berharap para pelajar tidak merasa minder, tetapi juga tetap menunjukkan sikap rendah hati dan sportif.

“Dalam mengikuti perlombaan, peserta tidak cukup hanya bermodalkan keberanian, tetapi juga harus didukung dengan persiapan yang matang. Anak-anak diharapkan tidak takut atau minder saat tampil, tetap percaya diri, namun tidak berlebihan, serta fokus memberikan kemampuan terbaik,” ujarnya.

Yanuar juga menekankan bahwa esensi sebuah kompetisi tidak semata-mata terletak pada kemenangan, tetapi pada proses belajar, keberanian untuk tampil, dan kesempatan mengembangkan potensi diri. Menurutnya, pengalaman mengikuti perlombaan merupakan bagian penting dalam membentuk mental generasi muda yang tangguh dan mampu menerima setiap hasil dengan sikap positif.

“Menang dan kalah dalam perlombaan adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak mempersiapkan diri dengan baik, menunjukkan kemampuan terbaik, dan mampu menerima setiap hasil dengan sikap yang positif,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Yanuar menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang beserta seluruh jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia juga memberikan penghargaan kepada para juri dan guru pendamping yang telah berperan dalam mempersiapkan serta membimbing para peserta.

“Terima kasih kepada Pak Kadis Dispora dan seluruh jajaran yang terus melaksanakan kegiatan lomba ini, serta kepada para juri dan guru pendamping yang telah membekali peserta. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan mendapat dukungan yang semakin baik dari pemerintah pada tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam laporan ketua panitia yang disampaikan Devidson Ebenheizer, disebutkan bahwa lomba tahun ini diikuti oleh 80 peserta dari 21 SMP negeri dan 39 SMP swasta di Kota Kupang.

Kompetisi tersebut menghadirkan tiga juri, yakni Alfred Boby Tangkonda, S.S., MA TESOL dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTT; Daniel Frengki Kamengko, S.Pd., M.Ed. (TESOL) dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang; serta Ifoni Ludji, S.Pd., M.Hum. dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.

Devidson menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri dan wawasan generasi muda, memperkuat kecintaan terhadap bahasa serta tanah air, sekaligus mengembangkan bakat dan minat pelajar dalam mengekspresikan gagasan melalui seni berpidato.

Penulis : dini sugo/mitha abineno
Editor : ansel ladjar

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali