Wawali Ajak Generasi Muda Jadikan Membaca sebagai Budaya Hidup

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:39
Gambar Berita

Foto: PKP_abi letman

Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., membuka Festival Literasi Kota Kupang Tahun 2026 di Taman Nostalgia, Selasa (27/10). Mengusung tema “Mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Literasi Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya membaca, mengembangkan kreativitas, serta membangun karakter generasi muda melalui literasi.

Festival yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang ini berlangsung hingga 29 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengusung semangat “Kota Kupang Membaca, Flobamorata Bercahaya, Indonesia Berjaya” sebagai ajakan untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Pembukaan festival turut dihadiri Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ralph Hery Budhiono, S.Pd., M.A., Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, Ellisah Pelt-Lumban Tobing; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Ariantje M. Baun, S.E., M.Si.; Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si.; Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang, Franky Amalo; serta para guru pendamping dan peserta didik.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa literasi memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, karakter, dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Di tengah kemudahan akses informasi melalui media sosial dan perkembangan teknologi digital, anak-anak tidak hanya perlu dibekali kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kecakapan untuk memilah informasi, berpikir kritis, serta membangun karakter yang baik.

Menurutnya, upaya menumbuhkan budaya literasi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga hingga komunitas. Kebiasaan membaca tidak boleh terbatas pada kegiatan belajar di sekolah, tetapi perlu tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

“Dari membaca, ada banyak hal positif yang bisa kita peroleh. Karena itu, budaya literasi harus tumbuh bukan hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan di ruang-ruang lain di tengah masyarakat,” ujarnya.

Wawali mengajak anak-anak dan generasi muda Kota Kupang untuk menjadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban sekolah. Melalui membaca, generasi muda dapat memperluas wawasan, menemukan gagasan baru, mengembangkan kreativitas, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

“Membaca adalah cara terbaik untuk mengenal dunia lebih luas, menemukan gagasan baru, dan mempersiapkan diri untuk masa depan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masa depan Kota Kupang dan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang dipersiapkan sejak sekarang. Pendidikan, kebiasaan membaca, dan pembentukan karakter merupakan fondasi penting untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cakap dalam penguasaan teknologi, tetapi juga kritis, kreatif, berintegritas, dan peduli terhadap sesama.

Serena berharap Festival Literasi Kota Kupang tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong tumbuhnya kecintaan terhadap pengetahuan dan memperluas ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan ide serta mengembangkan potensi mereka.

Pemerintah, lanjutnya, dapat menyediakan fasilitas dan ruang belajar, tetapi budaya membaca akan berkembang apabila mendapat dukungan nyata dari keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Karena itu, kolaborasi semua pihak diperlukan agar literasi menjadi kebiasaan yang terus bertumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat Kota Kupang.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang, Franky Amalo, menjelaskan bahwa Festival Literasi Kota Kupang Tahun 2026 melibatkan sekitar 600 peserta yang terdiri atas siswa-siswi tingkat SD, SMP, SMA, dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Kegiatan ini juga melibatkan pengelola perpustakaan kelurahan serta berbagai komunitas di Kota Kupang.

Selama tiga hari pelaksanaan, festival menghadirkan beragam kegiatan, antara lain pameran buku, pameran karya literasi, gelar wicara (talk show), pameran arsip, sayembara arsip sejarah Kota Kupang, bedah buku, pentas seni dan budaya, pentas karya literasi, serta pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan minat baca, memperkenalkan karya, berbagi pengetahuan, serta menumbuhkan kreativitas melalui berbagai bentuk ekspresi literasi.

Franky juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dari pemerintah pusat. Namun, berdasarkan informasi yang disampaikannya, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang tidak lagi memperoleh dukungan dana tersebut pada tahun anggaran 2027 sebagai dampak efisiensi anggaran.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Kupang dapat memberikan perhatian terhadap keberlanjutan program literasi melalui dukungan anggaran daerah. “Kami berharap adanya perhatian dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk memberikan dukungan anggaran agar kegiatan ini bisa terus dilanjutkan,” katanya.

Ia berharap Festival Literasi Kota Kupang dapat terus diselenggarakan sebagai salah satu upaya mempromosikan perpustakaan, memperkuat budaya baca, serta meningkatkan kualitas literasi masyarakat.

Penulis : enjeln lasbaun
Editor : ansel ladjar

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali