Wali Kota Kupang Buka Festival Budaya Naikoten II, Ajak Warga Jaga Keberagaman dan Warisan Budaya
Foto: PKP_tonny ga
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengajak masyarakat untuk terus menjaga keberagaman, melestarikan warisan budaya, dan memperkuat persatuan di tengah kehidupan masyarakat Kota Kupang. Menurutnya, budaya bukan hanya warisan dari leluhur, tetapi juga titipan bagi generasi mendatang yang harus dijaga dan diteruskan.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota saat membuka Festival Budaya Kelurahan Naikoten II di Kantor Delsos, St. Yoseph Naikoten II, Senin (12/10). Turut hadir Pastor Paroki St. Yoseph Naikoten II, RD. Yohanes Rusae, Pr.; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si.; Camat Kota Raja; Kapolsek Kota Raja; para lurah se-Kecamatan Kota Raja; tokoh masyarakat; pelaku UMKM; serta masyarakat Kelurahan Naikoten II.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Naikoten II atas dukungan yang selama ini diberikan kepada Pemerintah Kota Kupang. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas tiga penghargaan yang diterima Kota Kupang dalam kurun waktu dua minggu, yakni peringkat ketiga dalam akses dan kualitas pelayanan kesehatan untuk kawasan Indonesia Timur, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua; peringkat kedua dalam implementasi program bedah rumah tiga juta rumah; serta peringkat pertama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terbaik wilayah Indonesia Timur.
Menurutnya, capaian tersebut bukan hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kerja sama seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Kupang serta dukungan dan doa masyarakat.
“Tidak ada superman, yang ada itu super team. Karena itu, dengan segala kerendahan hati, saya ingin berterima kasih kepada seluruh warga Kota Kupang, khususnya warga Naikoten II, yang telah mendukung pemerintah selama ini,” ungkapnya.

Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan manusia, termasuk pendidikan, kesehatan, karakter, serta sikap saling menghargai dan toleransi di tengah masyarakat.
Ia menyebut Festival Budaya Kelurahan Naikoten II sebagai salah satu wujud nyata pembangunan manusia melalui pelestarian budaya. Selain menjaga tradisi, kegiatan tersebut dinilai mampu memperkuat karakter masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Melalui kegiatan ini, kita melestarikan budaya, membangun karakter manusia, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Kita melihat ada belasan UMKM yang terlibat. Artinya, kegiatan budaya juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan ekonomi keluarga,” jelasnya.
dr. Christian Widodo juga menyebut Kelurahan Naikoten II sebagai miniatur Kota Kupang karena keberagaman suku dan etnis yang hidup berdampingan di kawasan tersebut. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga warisan budaya dari berbagai suku dan etnis yang menjadi bagian dari kekayaan Kota Kupang.
Ia mengingatkan bahwa budaya tidak semata-mata menjadi warisan leluhur, tetapi juga merupakan pinjaman dari anak cucu yang wajib dijaga agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

“Kalau kita memandang budaya hanya sebagai warisan, kita bisa merasa bahwa budaya itu sepenuhnya milik kita. Tetapi jika kita menyadari bahwa budaya juga merupakan pinjaman dari anak cucu kita, maka kita akan menjaganya dengan baik karena suatu saat harus kita teruskan kepada mereka,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang mempersatukan masyarakat. Perbedaan suku, etnis, dan latar belakang tidak harus dihilangkan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis.

Menurutnya, harmoni bukan berarti semua orang harus sama atau seragam, melainkan kemampuan untuk hidup berdampingan secara seimbang, saling menghormati, dan berjalan bersama di tengah perbedaan.
“Keberagaman di Kota Kupang tidak pernah menjadi penghalang, tetapi selalu menjadi kekuatan. Tidak pernah menjadi jarak pemisah, tetapi menjadi jembatan. Persatuan itu bukan berarti kita harus menjadi sama, melainkan mampu berjalan bersama walaupun berbeda,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Naikoten II, Rio Ndun, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan warga, serta melestarikan seni dan budaya daerah. Festival ini juga menjadi wadah bagi generasi muda dan masyarakat untuk mengembangkan bakat dan kreativitas melalui sejumlah perlombaan, di antaranya lomba tarik kreatif Lama Holot dan fashion show untuk anak-anak serta orang dewasa.

Rio Ndun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang melalui pemerintah kelurahan dan Kecamatan Kota Raja atas dukungan yang diberikan, serta kepada tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, warga, sponsor, peserta, dan seluruh panitia. Ia berharap festival ini dapat memperkuat semangat gotong royong, persatuan, dan kebanggaan terhadap keberagaman budaya, sekaligus berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas, keamanan, ketertiban, dan persaudaraan. *PKP_chris dethan/ansel ladjar*
Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Berita Terkini
Wali Kota Kupang Tinjau Sejumlah SPBU, Pastikan Ko...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meninjau langsung sejumlah Sta...
13 Oktober 2026, 19:45
Wawali Apresiasi Taruna Berprestasi Asal Kota Kupa...
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrava Francis, S.Sos., M.Si., meneri...
13 Oktober 2026, 19:44
Serena Francis Datang Langsung ke Sumba, Bawa Bant...
Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., hadir langsu...
09 Oktober 2026, 09:24
Pemkot Kupang All Out Dukung Pesparawi Perdana Sin...
Dukungan Pemerintah Kota Kupang menjadi bagian penting dalam terseleng...
07 Oktober 2026, 16:23
Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komit...
Pemerintah Kota Kupang bersama Kejaksaan Negeri Kota Kupang memperkuat...
06 Oktober 2026, 23:07