Hadir di Event Budaya NBD, Wali Kota Kupang: Keberagaman adalah Kekuatan Kota
Foto: PKP_echon saudale
Merawat budaya berarti merawat identitas. Menjaga keberagaman berarti menjaga persatuan. Pesan itu disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri Event Budaya Kelurahan Nunbaun Delha (NBD) Tahun 2026 yang mengusung tema “Melestarikan Budaya Lokal, Memperkuat Persatuan” di Lapangan Futsal NBD, Senin (5/10).
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum Setda Kota Kupang, Yanuar Dally, S.H,M.Si, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina M.D. Gheta, Camat Alak, Amramsius Yolah, S.Sos, para lurah se-Kecamatan Alak, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan warga Nunbaun Delha.

Di hadapan warga NBD, Wali Kota menegaskan bahwa kebudayaan tidak boleh dipandang sekadar sebagai peninggalan masa lalu. Budaya adalah kekuatan yang membentuk karakter masyarakat sekaligus jembatan yang mempertemukan perbedaan. “Budaya bukan hanya warisan dari leluhur kita, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Karena itu, kita harus menjaganya dengan baik,” ujar dr. Christian.
Menurutnya, cara pandang tersebut penting agar generasi muda tidak hanya mengenal budaya sebagai tradisi yang diwariskan, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan merasa bangga untuk meneruskannya. Karena itu, ia mengapresiasi masyarakat Nunbaun Delha yang secara konsisten menghadirkan ruang bagi seni, budaya, dan kreativitas generasi muda.
Lebih jauh, Wali Kota mengaitkan pelestarian budaya dengan karakter Kota Kupang yang tumbuh di tengah keberagaman suku, etnis, agama, dan tradisi. Menurutnya, Nunbaun Delha merupakan gambaran kecil dari wajah Kota Kupang: masyarakat yang berbeda latar belakang, tetapi mampu hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan.

“Keberagaman bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan. Bukan menjadi jarak pemisah, tetapi menjadi jembatan. Harmoni bukan berarti semua harus sama, tetapi bagaimana perbedaan dapat hidup secara seimbang,” tegasnya.
Ia mengibaratkan keberagaman seperti taman bunga dan tenun yang justru menjadi indah karena memiliki banyak warna.“Kita tidak menjadi indah karena kita sama. Kita menjadi indah karena kita berbeda, tetapi memilih untuk hidup bersama,” katanya.

Karena itu, ia menitipkan pesan kepada masyarakat agar terus merawat toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan. “Saya titip, mari kita jaga keberagaman yang ada di Kota Kupang. Kita saling menghargai dan saling menghormati,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengingatkan bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik. Infrastruktur tetap penting, tetapi harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia melalui pendidikan, kesehatan, penguatan karakter, kebudayaan, serta kehidupan sosial yang dilandasi kepedulian dan gotong royong. “Kalau kita mau jalan cepat, kita bisa jalan sendiri. Tetapi kalau kita mau jalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama,” ujarnya. Prinsip tersebut, menurutnya, harus menjadi semangat seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kota Kupang.

Selain berbicara tentang budaya dan persatuan, Wali Kota juga memberikan perhatian terhadap fasilitas publik yang digunakan masyarakat Nunbaun Delha. Di hadapan warga, dr. Christian menyampaikan komitmen untuk mendorong pembenahan Lapangan Futsal NBD pada 2027, termasuk kondisi lapangan, gawang, jaring, hingga penerangan.“Kalau bisa awal tahun 2027, lapangan ini kita perbaiki dan kita buat lebih bagus. Ini harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Menurutnya, ruang publik seperti lapangan olahraga memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar fasilitas olahraga. Ruang tersebut dapat menjadi tempat anak-anak dan generasi muda bertumbuh, berkegiatan, berinteraksi, sekaligus membangun karakter dan kebersamaan.

Sementara itu, Ketua Panitia Event Budaya Kelurahan Nunbaun Delha, Yoel Boby, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan melestarikan seni, budaya, dan tradisi masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mengembangkan kreativitas generasi muda serta memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong.
Menurutnya Event Budaya NBD menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menampilkan potensi seni dan budaya yang dimiliki. Panitia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan atau seremoni semata, tetapi berkembang menjadi gerakan masyarakat yang secara konsisten menjaga budaya sekaligus memperkuat persatuan. *PKP_enjel lasbaun/ansel ladjar*
Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Berita Terkini
Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota K...
Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang...
05 Oktober 2026, 15:09
Lantik Pengurus MKKS SMP/MTs, Wali Kota Kupang: Ke...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan kepala sekolah tida...
05 Oktober 2026, 18:09
200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa De...
Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pad...
05 Oktober 2026, 19:23
Pemkot Kupang Dukung Pesparawi Perdana GMIT, Gelon...
Pesparawi Sinode GMIT untuk pertama kalinya digelar di Kota Kupang. Pe...
05 Oktober 2026, 18:35
Wali Kota Hadiri Bedah Buku Romo Leo Mali: Melihat...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menghadiri perayaan 30 tahun im...
03 Oktober 2026, 17:09