Pulang dari Jambore, Gisela Ucapkan Terima Kasih kepada Wali Kota: “Kami Bawa Banyak Pengalaman
Foto: PKP_abi letman
Para peserta Jambore Nasional XII Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Kupang dan jajaran yang sudah memberi perhatian luar biasa kepada mereka sejak keberangkatan hingga kembal.
“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan Pemerintah Kota Kupang yang sudah mendukung kami dari keberangkatan sampai kembali ke Kota Kupang.” Kalimat itu disampaikan Gisela Agustav, salah seorang peserta Jambore Nasional XII Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang, saat mengikuti acara penerimaan kontingen di Hotel Kristal, Selasa (1/9) malam.
Menurut Gisela, dukungan Pemerintah Kota Kupang membuat para peserta dapat mengikuti Jambore dengan baik. Lebih dari itu, pengalaman selama mengikuti kegiatan di luar daerah menjadi pelajaran berharga yang tidak mudah mereka dapatkan dalam keseharian.
“Capek pasti, tapi senang sekali. Banyak pengalaman yang tidak bisa kami dapatkan kalau tidak ikut Jambore. Kami juga bertemu banyak teman dari berbagai daerah. Itu pengalaman yang sangat berharga,” tuturnya.
Ia mengatakan, selama mengikuti Jambore, para peserta belajar menjadi lebih mandiri, disiplin, mampu bekerja sama dan lebih tangguh menghadapi berbagai situasi.
Apresiasi juga datang dari perwakilan orang tua peserta, Jia Djawas. Ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan jajaran Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan kesempatan sekaligus dukungan kepada anak-anak untuk mengikuti Jambore.

“Sebagai orang tua, kami sangat berterima kasih dan bangga karena anak-anak mendapat kesempatan mengikuti Jambore. Ada rasa khawatir karena mereka pergi jauh dan cukup lama, tetapi kami percaya kepada pembina dan pendamping. Puji Tuhan, anak-anak kembali dengan selamat membawa banyak cerita dan pengalaman,” ungkapnya.
Menurut dia, manfaat terbesar dari keikutsertaan anak-anak dalam Jambore bukan hanya kenangan perjalanan, tetapi pengalaman yang membentuk karakter.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Kupang. Bagi kami, yang paling penting anak-anak pulang tidak hanya membawa kenangan, tetapi juga membawa pengalaman dan karakter yang akan menjadi bekal bagi mereka,” tambahnya.
Ungkapan tersebut disampaikan dalam acara penerimaan Kontingen Jambore Daerah X dan Jambore Nasional XII Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang. Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo hadir langsung menyambut kepulangan kontingen dan menyempatkan diri makan malam bersama para peserta.
Kehadiran dr. Christian Widodo menjadi penutup dari rangkaian dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap kontingen, mulai dari persiapan, keberangkatan hingga kepulangan. “Rasa-rasanya ini dukungan Pemkot yang paling full tahun ini. Mau pergi kita lepas dengan makan bersama, pulang kita sambut dan makan bersama lagi,” ujar dr. Christian Widodo.
Dukungan tersebut juga terlihat dari keputusan Wali Kota memberangkatkan seluruh 48 peserta yang mengikuti proses seleksi, meskipun pada awalnya kuota resmi untuk Kontingen Kota Kupang hanya 32 orang.

Setelah menerima laporan hasil seleksi bahwa terdapat 48 anak yang mengikuti tahapan penjaringan dan menunjukkan semangat tinggi, Wali Kota memutuskan seluruhnya diberangkatkan. “Awalnya hanya 32 orang yang akan diberangkatkan. Tetapi setelah saya mendapat laporan bahwa peserta seleksi berjumlah 48 orang, saya memutuskan semuanya ikut. Saya ingin semua anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang melalui kegiatan jambore,” ungkap dr. Christian Widodo.
Selain memberangkatkan seluruh peserta, dr. Christian Widodo juga memberikan tambahan dana rekreasi secara pribadi sebesar Rp10 juta bagi peserta Jambore Nasional XII.
Baginya kesempatan mengikuti Jambore merupakan bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, pengalaman yang diperoleh para peserta tidak boleh berhenti ketika kegiatan berakhir. “Pulang dari sana mungkin kalian lebih lelah. Ada yang mungkin kurang sehat. Tetapi saya yakin hati kalian menjadi lebih kuat, mental lebih tangguh dan pengalaman lebih banyak,” katanya.
Ia meminta peserta membawa nilai disiplin, ketangguhan, tanggung jawab dan kerja sama yang diperoleh selama Jambore ke dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan selesai hanya di Jambore. Apa yang kalian dapatkan tentang ketangguhan, disiplin dan mental, bawa terus dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Wali Kota juga mengapresiasi para peserta yang telah menjaga nama baik Kota Kupang selama berada di luar daerah. Menurutnya, para peserta merupakan wajah Kota Kupang yang harus mampu menunjukkan sikap tertib, disiplin dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Christian Widodo turut mengajak peserta dan seluruh undangan mengenang Ketua Kwarda Gerakan Pramuka NTT, Peter Manuk, yang telah berpulang.
Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, ia menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum serta mengajak generasi muda meneruskan nilai-nilai keteladanan yang telah diwariskan. “Hidup manusia tidak ditentukan dari seberapa lama ia ada bersama kita, tetapi dari seberapa banyak kebaikan yang ia tinggalkan. Jabatan punya batas waktu, usia punya batas waktu, tetapi keteladanan tidak memiliki batas waktu,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, dr. Christian Widodo kembali mengingatkan peserta bahwa perjalanan Jambore bukan sekadar perjalanan yang telah selesai, melainkan pengalaman yang harus dibawa pulang dan diterapkan.
“Selamat datang kembali. Kalian pulang bukan hanya membawa cerita, tetapi membawa karakter dan pengalaman. Jangan biarkan semuanya berhenti di Jambore. Bawa terus dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Dukungan Pemkot Kupang terhadap Gerakan Pramuka juga diwujudkan melalui alokasi anggaran sebesar Rp400 juta pada 2026. Anggaran tersebut terdiri atas Rp150 juta untuk Jambore Daerah, Rp150 juta untuk Jambore Nasional dan Rp100 juta untuk operasional Kwarcab.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP., M.Si menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut, termasuk kehadiran langsung Wali Kota dalam menyambut kepulangan kontingen.
Menurut Wildrian, perhatian pemerintah menjadi motivasi bagi Kwarcab, pembina dan peserta untuk terus mengembangkan kegiatan kepramukaan di Kota Kupang. Dukungan terhadap Pramuka juga akan dilanjutkan melalui rencana pembenahan Bumi Perkemahan Fatubena pada 2027.
Pembenahan mencakup penataan pelataran serta penyediaan fasilitas dasar seperti air, toilet dan pagar agar kawasan tersebut lebih nyaman dan representatif untuk kegiatan kepramukaan maupun aktivitas perkemahan masyarakat. Kawasan tersebut juga diharapkan dapat dikelola secara produktif sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang.
Acara penerimaan kontingen turut dihadiri para pendamping, jajaran pengurus Kwarcab, Mabigus, pembina, pelatih, orang tua peserta serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang. *PKP_enjel lasbaun/ansel ladjar*
Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Berita Terkini
Wali Kota Dukung Kupang Jadi Ruang Belajar Mahasis...
Kota Kupang kembali menjadi ruang perjumpaan nasional. Sekitar 50 maha...
01 September 2026, 12:05
Cegah Stunting dari Hulu, Pemkot Kupang Bangun Kol...
Penanganan stunting di Kota Kupang tidak cukup dilakukan ketika anak s...
31 Agustus 2026, 21:36
Musik untuk Flores, Wali Kota Kupang Dukung Konser...
Musik tak hanya menjadi ruang untuk bernostalgia. Di tengah duka benca...
31 Agustus 2026, 21:34
Dari Efisiensi Anggaran untuk Rumah Ibadah, Pemkot...
Efisiensi anggaran tidak berhenti pada pengurangan belanja pemerintah....
31 Agustus 2026, 21:32
Susuri Flores, Misi Kemanusiaan Wali Kota Berakhir...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyelesaikan misi kemanusiaan...
30 Agustus 2026, 19:20