Wawali Dorong Transportasi Terintegrasi, Perjalanan Antar Daerah Lebih Terjangkau

Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:24:40
Gambar Berita

Foto: PKP_eman hala

Pemerintah Kota Kupang mendorong penguatan layanan transportasi terintegrasi untuk membuka akses perjalanan antardaerah yang lebih mudah, aman dan terjangkau bagi masyarakat. Integrasi layanan bus dengan transportasi laut dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan biaya perjalanan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses dari Kupang menuju Pulau Jawa.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., saat meninjau Terminal Oebobo, untuk melihat langsung kondisi layanan transportasi sekaligus peluang pengembangan konektivitas perjalanan masyarakat, Selasa (11/8).

Dalam kunjungan tersebut, Wawali didampingi Anggota DPRD Kota Kupang, Maria Rosalinda Uta Teku, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang beserta jajaran dan perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi NTT. Rombongan melihat aktivitas layanan Komodo Trans yang melayani perjalanan lintas NTT dan terhubung dengan jasa pelayaran Dharma Lautan Utama (DLU).

Menurut Serena, konektivitas antarmoda bukan sekadar soal memudahkan perpindahan penumpang. Lebih jauh, integrasi transportasi dapat memangkas biaya dan mengurangi beban masyarakat ketika harus melakukan perjalanan jauh. “Banyak masyarakat yang menggunakan jasa travel. Kami melihat bagaimana masyarakat bisa sampai ke Pulau Jawa dengan cost yang lebih rendah,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan kebutuhan terhadap transportasi darat semakin besar, terutama ketika biaya perjalanan udara relatif tinggi. Karena itu, Pemkot Kupang menyambut baik upaya menghadirkan pilihan transportasi yang memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan jauh dalam satu rangkaian layanan. “Yang kita lihat adalah bagaimana masyarakat bisa mempunyai akses transportasi yang baik, aman, nyaman dan tentu dengan biaya yang lebih terjangkau,” katanya.

Salah satu peluang yang tengah dikembangkan adalah konektivitas layanan Komodo Trans dengan DLU untuk perjalanan dari Kupang menuju sejumlah kota di Pulau Jawa.

Serena menegaskan Pemkot Kupang akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Meskipun pengelolaan Terminal Oebobo merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi NTT, Pemkot tetap berkepentingan memastikan masyarakat Kota Kupang mendapatkan akses transportasi yang semakin baik. Selain keterjangkauan biaya, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Armada yang digunakan harus memenuhi standar kelayakan sehingga konektivitas yang dibangun tidak hanya murah, tetapi juga aman dan nyaman.

Bagi Pemkot Kupang, pengembangan transportasi terintegrasi pada akhirnya bukan semata soal menghadirkan rute baru. “Yang lebih penting adalah membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih sederhana, lebih terjangkau, dan membuka akses yang lebih luas dari Kupang ke berbagai pusat pendidikan, pekerjaan, usaha dan keluarga di luar NTT,” pungkasnya.

Pimpinan Komodo Trans Travelindo, Joko S.M. Rafael, menjelaskan pihaknya masih melakukan komunikasi intensif dengan DLU terkait pengembangan skema tersebut. Salah satu opsi yang dibahas adalah integrasi perjalanan bus dengan kapal, sementara skema awal yang disiapkan ialah bus dari Kupang mengantar penumpang hingga pelabuhan dan perjalanan selanjutnya dilanjutkan menggunakan armada Komodo Trans yang tersedia di Jawa.

Dengan skema tersebut, penumpang tidak perlu mengatur sendiri seluruh pergantian moda transportasi setelah tiba di Jawa. Layanan kemudian dapat diteruskan menuju sejumlah kota, antara lain Malang, Yogyakarta maupun Jakarta.

Rafael mengatakan skema tersebut mulai diuji secara bertahap. Rute Kupang–Jember menjadi salah satu tahap awal, sebelum pengembangan menuju Yogyakarta dan Jakarta. “Kami pelan-pelan, semoga ini bisa berjalan. Kami minta doa restu dari teman-teman,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Kupang, Maria Rosalinda Uta Teku menilai konektivitas tersebut menjawab kebutuhan masyarakat yang membutuhkan alternatif perjalanan dengan biaya lebih terjangkau.

Maria yang mengaku telah menggunakan layanan tersebut selama hampir dua tahun mengatakan integrasi transportasi memberikan manfaat dari sisi kenyamanan, keamanan dan kemudahan perjalanan.

Menurutnya, jika konektivitas Kupang–Jawa dapat diperluas, masyarakat nantinya dapat melakukan perjalanan menuju kota tujuan seperti Malang, Yogyakarta atau Semarang dalam satu rangkaian layanan. “Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Lebih praktis, efektif, aman dan sangat membantu masyarakat,” ungkapnya. *PKP_chris dethan/ansel ladjar*

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali