Wali Kota Kupang Buka Festival Budaya Kelurahan Merdeka: Keberagaman Jadi Kekuatan Membangun Kota

Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:29:40
Gambar Berita

Foto: PKP_abi letman

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa kekuatan sebuah kota tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas manusia yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, budaya menjadi salah satu perekat utama yang memperkuat harmoni masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota saat membuka Event Budaya Multi Etnis Kelurahan Merdeka Tahun 2026 bertema “Merajut Keberagaman dalam Harmoni Budaya NTT Menuju Kelurahan Merdeka yang Maju dan Berbudaya” yang berlangsung di Sport Center Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang, Senin (3/8).

Kegiatan budaya yang digelar Pemerintah Kelurahan Merdeka ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya Nusa Tenggara Timur, pameran UMKM, serta melibatkan masyarakat sebagai ruang perjumpaan antarwarga dalam semangat persatuan dan kebersamaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Kupang, Randi Daud, para pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, perwakilan Kapolsek Kota Lama, perwakilan Danramil, Camat Kota Lama, para lurah se-Kecamatan Kota Lama, pelaku UMKM, serta masyarakat Kelurahan Merdeka.

Mengawali sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kelurahan Merdeka, panitia pelaksana, serta seluruh masyarakat yang telah menghadirkan sebuah kegiatan yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat identitas budaya dan mempererat hubungan sosial masyarakat.

“Pembangunan sebuah kota bukan hanya tentang membangun jalan, gedung, dan infrastruktur. Yang paling penting adalah membangun manusianya. Karena kota yang maju adalah kota yang masyarakatnya sehat, berpendidikan, saling menghargai, dan mampu hidup dalam keberagaman,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, event budaya memiliki nilai strategis karena menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling mengenal, bekerja bersama, dan memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

“Event budaya seperti ini bukan hanya tentang pertunjukan seni. Di dalamnya ada proses membangun kebersamaan. Warga berkumpul, bergotong royong, saling membantu. Dari situlah lahir kepedulian dan rasa memiliki terhadap kota ini,” katanya.

Wali Kota juga menilai kegiatan budaya memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Menurutnya, ketika ruang-ruang budaya dibuka, maka ruang ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh.

“Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi UMKM untuk berkembang. Produk masyarakat mendapat ruang untuk dikenal, ekonomi bergerak, dan manfaatnya kembali kepada warga,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang untuk terus merawat keberagaman sebagai kekuatan bersama. Menurutnya, perbedaan suku, agama, dan budaya bukan alasan untuk terpisah, tetapi menjadi kekayaan yang harus dijaga.

“Harmoni bukan berarti kita harus sama atau seragam. Harmoni adalah ketika perbedaan dapat berjalan bersama. Seperti nada-nada dalam sebuah lagu, berbeda tetapi ketika disusun dengan baik akan menghasilkan musik yang indah. Begitu juga Kota Kupang, keberagaman kita adalah kekuatan yang membuat kota ini menjadi rumah bersama,” ungkapnya.

Ia menegaskan, masyarakat Kota Kupang memiliki modal sosial yang besar berupa toleransi, persaudaraan, dan semangat gotong royong yang harus terus dipelihara.

“Mari terus menjaga kerukunan dan harmoni. Keberagaman bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan. Bukan menjadi jarak pemisah, tetapi menjadi jembatan yang menyatukan kita semua,” ajaknya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sebagai agenda budaya yang memperkuat identitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Sementara itu, Plt. Lurah Merdeka, Theresia Emilia Edon, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen pemerintah kelurahan bersama masyarakat dalam melestarikan seni budaya Nusa Tenggara Timur sekaligus mempererat persaudaraan melalui semangat persatuan, kolaborasi, dan kebersamaan.

Event Budaya Multi Etnis Nusa Tenggara Timur Tingkat Kelurahan Merdeka Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, 3–5 Agustus 2026, di Sport Center Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang (Kompleks UNIKA Kupang). Kegiatan menghadirkan pertunjukan seni budaya dari berbagai etnis di NTT, pameran UMKM, serta berbagai aktivitas masyarakat yang mencerminkan semangat Kelurahan Merdeka yang maju, harmonis, dan berbudaya. *PKP_enjel lasbaun/ansel ladjar*

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali