Wali Kota Hadiri HUT ke-57 dan Pentahbisan Gedung GMIT Agape: Tekankan Pembangunan Karakter dan SDM

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23:42
Gambar Berita

Foto: PKP_echon saudale

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 sekaligus Ibadah Pentahbisan Gedung Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Agape Kupang pada Minggu (2/8). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, melainkan dari kualitas sumber daya manusia (SDM) dan karakter masyarakatnya.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan bahwa menghadirkan gedung-gedung megah, jalan yang mulus, maupun fasilitas modern memang penting, namun pembangunan manusia tetap menjadi fondasi utama. Pembangunan karakter, perbaikan sektor pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kepedulian sosial merupakan kunci untuk mewujudkan Kota Kupang yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.

Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada GMIT Agape yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Kupang. Jemaat ini terbukti telah berkontribusi aktif melahirkan berbagai kader terbaik daerah, mulai dari dokter, pengacara, akademisi, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Gedung ini bukan hanya dibangun dari semen, pasir, dan batu. Saya percaya gedung ini dibangun dari doa-doa umat, kerja keras umat, iman, kasih, dan harapan yang begitu besar. Di tempat ini nanti orang datang membawa harapan, menyampaikan pergumulan, dan menghadirkan kasih Kristus melalui pelayanan kepada sesama," tegas Wali Kota.

Perayaan HUT ke-57 dan pentahbisan gedung ibadah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi jemaat GMIT Agape sejak berdiri pada tahun 1969. Ibadah syukur dipimpin oleh Pdt. Joseph Anderias Manobe, S.Th., atau yang biasa disapa Pdt. Yandi, dengan mengusung tema "The Almighty God" (Tuhan Yang Mahakuasa) berdasarkan perikop Alkitab 1 Tawarikh 29:11-19.

Dalam khotbahnya, Pdt. Yandi mengingatkan bahwa segenap kemuliaan, kuasa, dan keberhasilan pembangunan gedung baru yang representatif ini merupakan bukti penyertaan dan anugerah Allah, bukan sekadar hasil kekuatan manusia.

Pdt. Yandi mencontohkan kisah Raja Daud yang walau tidak diizinkan mendirikan Bait Allah, tetap mempersiapkan segalanya dengan tulus demi generasi penerus. Pembangunan fisik gereja harus sejalan dengan pembinaan iman dan kehidupan umat agar tetap berpusat pada Kristus.

Jemaat diajak bermusabah diri agar tidak sekadar menjadi penikmat fasilitas, tetapi bertumbuh dewasa dalam iman dan aktif mengambil bagian dalam pelayanan sosial maupun keagamaan. Melalui momentum ini, GMIT Agape Kupang diharapkan terus menjadi wadah pembentukan karakter masyarakat dan mitra pemerintah dalam menghadirkan dampak positif bagi seluruh warga Kota Kupang. *PKP_tamar ndapatady/ansel ladjar*
 

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali