Wawali Terima Kunjungan Duta Besar Australia di SDN Palsatu, Perkuat Kemitraan Pendidikan dan Literasi Anak

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:17:24
Gambar Berita

Foto: PKP_abi letman

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, di UPTD SDN Palsatu, Kota Kupang, Jumat (31/7). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan Pemerintah Australia dan Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya penguatan literasi anak melalui Program INOVASI.

Turut mendampingi Wakil Wali Kota dalam kunjungan tersebut, Bunda Literasi Kota Kupang, dr. Widya Cahya, serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji. Kegiatan diawali dengan peninjauan langsung pelaksanaan kelas Reading Camp, interaksi dengan para siswa, serta demonstrasi kegiatan menenun yang menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Australia melalui Program INOVASI yang selama ini berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kota Kupang. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kerja sama berbagai pihak.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan yang berkualitas. "Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses dan kesempatan belajar. Setiap anak memiliki potensi yang harus kita rawat dan kembangkan bersama," tegasnya.

Selain penguatan literasi, Serena juga memperkenalkan inovasi Pemerintah Kota Kupang berupa program self-defense bagi peserta didik mulai dari jenjang TK, SD hingga SMP. Program tersebut lahir dari inspirasi yang diperoleh saat mengikuti ASEAN Strategic Partnership Leadership Program di Australia melalui DIVAS.

Menurutnya, selain memiliki kemampuan membaca yang baik, anak-anak juga perlu dibekali kemampuan melindungi diri ketika menghadapi berbagai situasi yang berpotensi membahayakan, seperti perundungan maupun tindak kekerasan.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Australia beserta seluruh mitra yang selama ini terus mendukung pembangunan pendidikan di Kota Kupang.

Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas kepemimpinan yang kuat dalam memajukan sektor pendidikan, termasuk komitmen membangun budaya literasi melalui peran aktif Bunda Literasi Kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa Australia dan Indonesia telah menjalin kemitraan yang erat selama lebih dari 75 tahun, dengan pendidikan sebagai salah satu fokus utama kerja sama kedua negara.

Menurutnya, kemampuan membaca sejak usia dini merupakan fondasi penting bagi keberhasilan pendidikan anak. Karena itu, Pemerintah Australia terus mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui Program INOVASI yang dilaksanakan bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Rod Brazier mengaku terkesan melihat implementasi Reading Camp di UPTD SDN Palsatu yang dinilai berhasil meningkatkan kemampuan membaca peserta didik melalui pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing anak.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para siswa saat membaca cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta kesempatan mempelajari budaya lokal Nusa Tenggara Timur melalui kegiatan menenun yang ditampilkan oleh para siswa.

"Pemerintah Australia bangga menjadi mitra Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kami percaya bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan investasi bagi masa depan masyarakat. Melalui kemitraan yang kuat, kita dapat terus memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bermanfaat bagi semua," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala UPTD SDN Palsatu, Belmira Sagrada Ferrao Santos, M.Pd memaparkan perjalanan sekolah dalam mengembangkan Program Reading Camp. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya sekolah menghadapi tantangan rendahnya kemampuan membaca siswa yang tercermin pada Rapor Pendidikan.

Berbagai upaya seperti pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dan optimalisasi perpustakaan sekolah telah dilakukan, namun belum memberikan hasil yang optimal. Melalui pendampingan Program INOVASI, sekolah kemudian mengadopsi metode Reading Camp, yakni pendekatan pembelajaran membaca berdasarkan tingkat kemampuan peserta didik yang diawali dengan asesmen awal dan pendampingan intensif oleh guru.

Program tersebut juga dikembangkan menjadi kegiatan ekstrakurikuler dengan kelompok belajar kecil sehingga setiap guru dapat memberikan pendampingan yang lebih efektif sesuai kebutuhan siswa.

Hasilnya, kemampuan literasi peserta didik meningkat secara signifikan. Indikator literasi dan numerasi pada Rapor Pendidikan sekolah yang sebelumnya berada pada kategori rendah berhasil meningkat menjadi kategori baik. Prestasi siswa di bidang literasi juga terus bertambah, sementara jumlah peserta didik yang membutuhkan pendampingan khusus melalui layanan inklusi mengalami penurunan berkat intervensi yang lebih tepat sasaran.

Kepala sekolah juga menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi Reading Camp di UPTD SDN Palsatu telah menjadi contoh praktik baik yang direplikasi di berbagai sekolah di Kota Kupang maupun sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur melalui pelatihan yang difasilitasi Program INOVASI.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama serta penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan dan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, literasi, dan pengembangan sumber daya manusia demi masa depan anak-anak Kota Kupang. *PKP_enjel lasbaun/ansel ladjar*
 

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali