Wakil Wali Kota Ajak Pramuka Jadikan Api Unggun Simbol Semangat Persaudaraan dan Pengabdian

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:12:56
Gambar Berita

Foto: PKP_abi letman

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., selaku Ketua Harian Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Kupang, memimpin Upacara Api Unggun dalam rangka Jambore Daerah X Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Fatubena, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Jumat (31/7).

Sebagai Pembina Upacara, ia mengajak seluruh peserta menjadikan api unggun sebagai simbol semangat persaudaraan, keberanian, dan pengabdian yang terus menyala dalam kehidupan sehari-hari.

Upacara Api Unggun merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian Jambore Daerah X Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Fatubena. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan tersebut dirancang untuk membangkitkan semangat kebangsaan sekaligus mempererat persaudaraan antarpeserta yang berasal dari 17 Kwartir Cabang se-Nusa Tenggara Timur.

Dalam arahannya, Serena menegaskan bahwa api unggun bukan sekadar tradisi dalam kegiatan kepramukaan, melainkan memiliki makna sebagai lambang semangat yang harus terus hidup di dalam diri setiap Pramuka.

"Api unggun bukan sekadar nyala api yang menerangi malam. Api unggun adalah lambang semangat yang harus terus hidup di dalam diri setiap Pramuka. Semakin gelap malam, semakin jelas cahaya itu terlihat. Begitu pula dalam kehidupan, ketika kita menghadapi tantangan, karakter, keberanian, dan kepedulianlah yang akan menjadi cahaya bagi diri kita maupun orang lain," ujarnya.

Menurut Serena, Jambore merupakan ruang pembelajaran yang berharga bagi generasi muda untuk hidup dalam keberagaman, membangun persahabatan, menumbuhkan sikap saling menghargai, saling menolong, dan bekerja sama. Nilai-nilai tersebut, katanya, merupakan esensi utama dari setiap kegiatan kepramukaan.

Ia berharap seluruh peserta membawa pulang bukan hanya kenangan, tetapi juga nilai-nilai positif yang diperoleh selama mengikuti jambore. "Saya berharap ketika kembali ke daerah masing-masing, adik-adik tidak hanya membawa foto atau kenangan, tetapi juga membawa semangat disiplin, gotong royong, kepedulian, dan keberanian untuk menjadi teladan di sekolah, di keluarga, maupun di tengah masyarakat," pesannya.

Serena juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina dan pendamping yang telah mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda memerlukan proses yang panjang melalui kesabaran, perhatian, dan keteladanan yang diberikan secara konsisten.

Di akhir arahannya, Serena mengajak seluruh peserta untuk menjadikan nyala api unggun sebagai simbol tekad bersama untuk terus mengamalkan nilai-nilai Satya dan Dharma Pramuka, mencintai sesama, mencintai daerah, serta terus berkarya bagi bangsa dan negara.

Rangkaian upacara diawali dengan prosesi masuk Pembina Upacara, dilanjutkan masuknya Obor Induk dan Obor Dasa Dharma, pembakaran Obor Dasa Dharma, serta pengucapan Dasa Dharma Pramuka.

Prosesi puncak ditandai dengan pembakaran api unggun oleh Wakil Wali Kota Kupang selaku Pembina Upacara yang didampingi Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur, Drs. Sinun Petrus Manuk, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP., M.M., serta Ketua Umum Panitia Jambore Daerah X Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo. Bersama-sama mereka menyalakan api unggun sebagai simbol semangat persatuan, persaudaraan, dan komitmen untuk terus menghidupi nilai-nilai kepramukaan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter *PKP_yoel tabun/ansel ladjar*

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali