Wawali Apresiasi GMIT Paulus, Perkuat Gerakan Pelayanan Inklusif Anak Berkebutuhan Khusus
Foto: PKP_abi letman
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., memberikan apresiasi kepada GMIT Paulus Kupang yang menghadirkan pelayanan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus melalui kegiatan Sosialisasi Pelayanan Inklusif dan Pelayanan Kesehatan bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Gedung Ibadah GMIT Paulus Kupang, Jumat (31/7).
Menurut Serena, langkah yang dilakukan GMIT Paulus menunjukkan bahwa gereja tidak hanya hadir dalam pelayanan spiritual, tetapi juga mengambil bagian dalam pelayanan kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada GMIT Paulus Kupang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa gereja menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif, memastikan setiap anak mendapatkan ruang untuk tumbuh, berkembang, dan dihargai," ujar Serena.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ruth Diana Laiskodat, S.Si., Apt., M.M., yang mewakili Gubernur NTT, Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Yohanis Ena Blegur, S.Th., Ketua Majelis Jemaat GMIT Paulus Kupang, Pdt. Norma Manu Foll, para pendeta, tenaga kesehatan, terapis, guru, orang tua, serta peserta sosialisasi.
Dalam sambutannya, Serena menegaskan bahwa setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, memiliki martabat, potensi, dan hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan, perlindungan, serta kesempatan berkembang secara optimal. "Anak-anak berkebutuhan khusus bukan untuk dikasihani, tetapi untuk diterima, didukung, dan diberi kesempatan menunjukkan potensi yang mereka miliki," tegasnya.
Ia menilai pelayanan inklusif harus menjadi gerakan bersama, karena membangun lingkungan yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, gereja, keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan seluruh masyarakat.

Serena juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mewujudkan kota yang semakin inklusif. Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah menetapkan Kelurahan Naikoten I sebagai Kelurahan Ramah Disabilitas pertama di Kota Kupang, sebagai bagian dari upaya membuka akses yang setara bagi penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan.
Menurutnya, inisiatif tersebut akan terus dikembangkan agar semakin banyak wilayah di Kota Kupang yang memiliki kepedulian dan kesiapan dalam memberikan pelayanan ramah disabilitas.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut karena memberikan penguatan pemahaman kepada orang tua, guru, pelayan gereja, dan masyarakat mengenai pola pendampingan yang tepat bagi anak berkebutuhan khusus.

"Ketika pemahaman kita berubah, maka cara kita memperlakukan anak-anak ini juga akan berubah. Dari yang sebelumnya melihat keterbatasan, kita belajar melihat potensi dan harapan yang ada dalam diri mereka," ungkapnya.
Kepada para orang tua, Serena menyampaikan pesan agar terus menjadi sumber kekuatan dan kasih bagi anak-anak mereka. Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, akan terus membuka ruang kolaborasi bersama berbagai pihak untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak.
Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Yohanis Ena Blegur, turut mengapresiasi langkah GMIT Paulus Kupang yang menurutnya telah menerjemahkan semangat Bulan Pendidikan GMIT melalui aksi nyata.

Ia berharap pelayanan inklusif seperti ini dapat terus berkembang di berbagai jemaat GMIT, sehingga gereja benar-benar menjadi ruang yang menerima semua orang tanpa membedakan kondisi fisik maupun latar belakang.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Kupang bersama GMIT Paulus Kupang dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen bersama untuk membangun Kota Kupang sebagaiKota Kasih, rumah bersama yang inklusif, ramah anak, dan memberikan ruang bagi setiap anak untuk bertumbuh dan meraih masa depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ruth Diana Laiskodat, menyampaikan apresiasi kepada GMIT Paulus Kupang dan seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan tersebut. Menurutnya, pelayanan kepada anak berkebutuhan khusus merupakan bentuk nyata kepedulian dan kasih yang harus diwujudkan melalui kerja bersama.

Ia menegaskan bahwa anak berkebutuhan khusus bukan kelompok yang harus dipandang sebagai beban, melainkan pribadi yang memiliki potensi dan talenta yang perlu difasilitasi agar dapat berkembang.
Dalam laporan panitia, Sekretaris Badan Hari Raya Gerejawi (BHRG) GMIT Paulus Kupang, Maya Neparasi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Perayaan Bulan Pendidikan GMIT Tahun 2026 dengan tema "Bertumbuh dalam Kristus" dan subtema "Mempersiapkan Anak Berkebutuhan Khusus dalam Pengajaran Remaja dan Katekisasi."
Kegiatan ini menjadi pelaksanaan ketiga secara berturut-turut sebagai bentuk komitmen GMIT Paulus Kupang menghadirkan pelayanan gereja yang semakin terbuka dan inklusif. Selain sosialisasi, kegiatan juga menghadirkan pelayanan kesehatan dan terapi bagi anak berkebutuhan khusus bersama tenaga profesional. *PKP_yesti ola/ansel ladjar*
Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Berita Terkini
Pemkot Kupang Buka Donasi Peduli Gempa Flores
Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa Flores terus bergerak d...
20 Agustus 2026, 17:08
Wawali Hadiri Penutupan Pekan QRIS Nasional 2026,...
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., mengha...
19 Agustus 2026, 16:44
Wali Kota Apresiasi PSMTI: Rayakan Kemerdekaan den...
Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan berbaga...
19 Agustus 2026, 16:43
Wawali Apresiasi Keka Daleholu: Rayakan Kemerdekaa...
Semangat kemerdekaan tidak selalu harus hadir dalam seremoni besar. Di...
19 Agustus 2026, 16:43
Launching Penyaluran Bantuan Pangan, Wali Kota Kup...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa kehadiran pem...
18 Agustus 2026, 16:55