Festival Budaya Multi-Etnis Oesapa Barat, Sekda: Keberagaman Adalah Kekuatan Kota Kupang
Foto: PKP_echon saudale
Keberagaman budaya yang hidup dalam harmoni menjadi kekuatan besar bagi Kota Kupang. Pesan tersebut mengemuka saat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., membuka Festival Budaya Multi-Etnis, Pertandingan, dan Perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kelurahan Oesapa Barat Tahun 2026 di Lapangan Voli RT 014/RW 005, Kelurahan Oesapa Barat, Sabtu (25/7).
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina M. D. Getha, S.T., M.M.; Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawa, S.Sos., M.M.; Plh. Lurah Oesapa Barat beserta jajaran; Pendeta GMIT Betlehem Oesapa Barat, Pdt. Maria Monalisa Fanggidae-Etan, M.Th.; Pimpinan STIKOM Artha Buana Kupang, Yohanes Payong, S.Kom., M.T.; perwakilan Kanwil Bulog NTT; unsur TNI-Polri; tokoh masyarakat; pimpinan lembaga kemasyarakatan; Karang Taruna; kader Posyandu/IMP; insan pers; serta mahasiswa KKN.
Mewakili Wali Kota Kupang, Sekda Jeffry Pelt memberikan apresiasi kepada masyarakat Oesapa Barat yang mampu menghadirkan sebuah perayaan kemerdekaan dengan semangat persatuan, gotong royong, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya.

Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar kegiatan hiburan masyarakat, tetapi menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan latar belakang suku, budaya, dan tradisi dapat dipersatukan dalam satu semangat kebersamaan sebagai warga Kota Kupang.
"Ini sesuatu yang spektakuler. Setiap kontingen dipimpin langsung oleh Ketua RW dan RT masing-masing. Ini bisa menjadi model yang dapat diterapkan di tempat lain. Oesapa Barat menunjukkan bahwa kebersamaan dan toleransi itu nyata di tengah keberagaman suku dan budaya,"* ujar Jeffry.
Jeffry menegaskan bahwa pelestarian budaya memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda, terlebih di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Mengutip pemikiran Ki Hajar Dewantara, ia menyampaikan bahwa kebudayaan merupakan bagian dari kehidupan manusia yang terus tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhan zaman.

Menurutnya, melalui kegiatan budaya seperti ini, generasi muda tidak hanya mengenal warisan budaya daerah, tetapi juga belajar tentang nilai kebersamaan, kerja sama, disiplin, dan rasa bangga terhadap identitas bangsa. "Budaya bukan hanya tentang pertunjukan, tetapi tentang nilai yang diwariskan. Di dalam budaya ada karakter, ada gotong royong, ada rasa saling menghargai. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita rawat bersama," katanya.
Selain menjadi ruang ekspresi budaya dan pembinaan karakter, Sekda juga menilai festival tersebut memiliki dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Ia berharap momentum kegiatan yang berlangsung sejak 25 Juli hingga 13 Agustus 2026 ini dapat memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang dan memanfaatkan peluang ekonomi selama kegiatan berlangsung.
"Kegiatan ini bukan hanya tentang seni dan olahraga, tetapi juga bagaimana ekonomi masyarakat bisa bergerak. Kami berharap UMKM di sekitar Oesapa Barat dapat tumbuh melalui kegiatan seperti ini," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Budaya Multi-Etnis Oesapa Barat, Daniel Ikun Paa, ST., MT, menjelaskan festival tersebut mengangkat semangat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Oesapa Barat yang terdiri atas 7 RW dan 21 RT. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarwarga, melestarikan budaya, menumbuhkan nasionalisme, serta menggali potensi seni dan olahraga masyarakat.
Rangkaian pembukaan diawali dengan parade budaya multi-etnis yang menampilkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur, mulai dari budaya Rote, Manggarai, Adonara, Sumba, hingga Timor. Penampilan tersebut melibatkan warga, pelajar, dan mahasiswa yang bersama-sama menunjukkan wajah keberagaman Oesapa Barat.
Selain parade budaya, festival juga menghadirkan berbagai pertandingan dan perlombaan antar-RW, di antaranya pertandingan bola voli putra dan putri yang memperebutkan piala bergilir, serta lomba lari karung kategori putra dan putri untuk anak-anak usia 5 hingga 15 tahun. *PKP_tamar ndapatady/ansel ladjar*
Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Berita Terkini
Wawali Buka PushBike Fun Race 2026, Dorong Ruang P...
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., mengha...
28 Juli 2026, 14:50
Wali Kota Kupang Lepas 48 Kontingen Pramuka Kota K...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi melepas 48 anggot...
28 Juli 2026, 14:47
DWP Kota Kupang Perkuat Peran Orang Tua, Sekda: Ka...
Pendidikan anak tidak hanya berbicara tentang prestasi akademik, tetap...
28 Juli 2026, 14:40
Wawali Dukung INOVASI NTT, Jadikan Kunjungan Dubes...
Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mit...
28 Juli 2026, 10:15
Wawali Apresiasi PPA Kupang Timur, Dorong Pengasuh...
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menyam...
28 Juli 2026, 10:08