DWP Kota Kupang Perkuat Peran Orang Tua, Sekda: Karakter Anak Dibangun dari Rumah
Foto: PKP_tonny ga
Pendidikan anak tidak hanya berbicara tentang prestasi akademik, tetapi juga tentang bagaimana membentuk mental, karakter, dan nilai kehidupan yang akan menjadi bekal mereka menghadapi masa depan. Pesan tersebut menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Kupang melalui kolaborasi bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang dalam memperkuat peran orang tua sebagai pendidik pertama bagi anak.
Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., saat membuka kegiatanSosialisasi Peran Orang Tua terhadap Pendidikan Mental dan Karakter Anakyang digelar DWP Kota Kupang dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Sabtu (25/7).
Kegiatan yang mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” tersebut menjadi ruang edukasi bagi para orang tua untuk memperkuat pemahaman tentang pola asuh yang tepat, perlindungan anak, serta pentingnya membangun lingkungan keluarga yang aman dan penuh kasih.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, Ny. Ellisah Pelt – Lumban Tobing beserta jajaran, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H.; serta segenap pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Sekda Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada DWP Kota Kupang yang telah mengambil peran aktif dalam menghadirkan kegiatan yang menyentuh kebutuhan mendasar keluarga, khususnya dalam membangun generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan karakter.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan lingkungan sosial, serta berbagai pengaruh dari luar membutuhkan pendampingan yang lebih serius dari keluarga. “Rumah adalah sekolah pertama bagi anak, dan orang tua adalah guru pertama mereka. Pendidikan dari rumah menjadi hal yang sangat penting. Anak-anak tidak hanya membutuhkan fasilitas, tetapi juga membutuhkan perhatian, kasih sayang, teladan, dan nilai-nilai kehidupan yang membentuk karakter mereka,” ujar Jeffry.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak dapat hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan mereka menghadapi tantangan, mengambil keputusan, menghargai orang lain, serta memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan.

Menurutnya, pola asuh yang baik harus dibangun melalui keseimbangan antara kasih sayang dan ketegasan. Ketegasan dalam mendidik anak bukan berarti membatasi atau bersikap keras, tetapi membantu anak memiliki prinsip dan daya juang dalam menghadapi kehidupan.
“Sesuatu yang indah harus ditempa. Tegas bukan berarti kasar. Anak perlu dibimbing agar memiliki mental yang kuat. Ketika menghadapi masalah, ajarkan mereka untuk mencari solusi dan bertanggung jawab, bukan melarikan diri dari persoalan,” katanya.
Dia juga mengajak para orang tua untuk menjadi contoh nyata bagi anak-anak. Menurutnya, nasihat yang paling kuat bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui sikap dan perilaku yang dilihat anak setiap hari.
Menutup sambutannya, Sekda mengajak seluruh pihak menjadikan momentum Hari Anak Nasional sebagai pengingat bersama bahwa masa depan anak-anak Kota Kupang merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Mari kita pastikan setiap anak tumbuh dalam keluarga yang memberikan cinta, perlindungan, teladan, dan kesempatan untuk berkembang. Karena dari anak-anak yang kita bangun hari ini, akan lahir generasi yang membawa masa depan Kota Kupang menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Ny. Jolanda Lisdawati Otta-Ndolu menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk kontribusi DWP Kota Kupang dalam mendukung upaya pemerintah membangun keluarga yang ramah anak. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anggota DWP mengenai pentingnya peran orang tua dalam mencegah kekerasan, diskriminasi, dan berbagai persoalan yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.
Sosialisasi menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kupang, dr. Marsiana Yuleta Halek, yang membawakan materi tentang pencegahan dan dampak perundungan (bullying) pada anak, serta Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Kupang, Julius Tanggu Bore, S.E., yang menyampaikan materi tentang pencegahan pengaruh negatif lingkungan dan pentingnya pendampingan orang tua.
Melalui kegiatan ini, DWP Kota Kupang berharap para orang tua semakin memahami bahwa perlindungan anak dimulai dari keluarga. Lingkungan rumah yang penuh kasih, komunikasi yang terbuka, serta keteladanan orang tua menjadi benteng utama dalam membentuk anak-anak yang sehat secara mental dan kuat dalam karakter. *PKP_yoel tabun/ansel ladjar*
Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Berita Terkini
Wawali Buka PushBike Fun Race 2026, Dorong Ruang P...
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., mengha...
28 Juli 2026, 14:50
Wali Kota Kupang Lepas 48 Kontingen Pramuka Kota K...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi melepas 48 anggot...
28 Juli 2026, 14:47
Festival Budaya Multi-Etnis Oesapa Barat, Sekda: K...
Keberagaman budaya yang hidup dalam harmoni menjadi kekuatan besar bag...
28 Juli 2026, 14:42
Wawali Dukung INOVASI NTT, Jadikan Kunjungan Dubes...
Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mit...
28 Juli 2026, 10:15
Wawali Apresiasi PPA Kupang Timur, Dorong Pengasuh...
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menyam...
28 Juli 2026, 10:08