Wawali Apresiasi PPA Kupang Timur, Dorong Pengasuhan Aman dan Perlindungan Anak di Era Digital
Foto: PKP_eman hala
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menyampaikan penghargaan kepada Pusat Pengembangan Anak (PPA) Klaster Kupang Timur yang selama ini konsisten menghadirkan ruang aman bagi anak untuk bertumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi diri.
Apresiasi tersebut disampaikan Wawali saat menghadiri Doa Syukur Awal Tahun Fiskal Pelayanan 2026–2027 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang diselenggarakan PPA Klaster Kupang Timur di Aula GMIT Center Kupang, Jumat (24/7).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Pattikawa; Manager of Partnership South East I Compassion Indonesia, Yofli Sulla; Partnership Facilitator Klaster Kupang Timur, Dami Rosa Wahyuningdita; Ketua Klaster PPA Kupang Timur, Yuci Negoelima, S.Pd., M.Hum.; Kabag Ops Polresta Kupang Kota AKP Messakh; para pendeta se-Klasis Kota Kupang Timur; para mentor dan tutor PPA; serta sekitar 900 anak peserta PPA berusia 3–22 tahun.

Dalam sambutannya, Serena menyampaikan bahwa keberadaan PPA menjadi contoh nyata kolaborasi masyarakat, gereja, dan lembaga pelayanan anak dalam menghadirkan pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter dan perlindungan anak.
Menurutnya, anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman, penuh kasih, dan mendukung tumbuh kembang mereka secara utuh. Peran para mentor, tutor, orang tua, dan seluruh pendamping sangat penting dalam membantu anak membangun kepercayaan diri, nilai moral, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
"Anak-anak kita harus bertumbuh dengan karakter yang baik. Mereka membutuhkan teladan, kasih sayang, dan lingkungan yang mendukung agar dapat berkembang menjadi pribadi yang kuat, berintegritas, dan mampu menghadapi masa depan," ujar Serena.

Wawali juga menyoroti tantangan pengasuhan anak di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat. Menurutnya, dunia digital memberikan banyak peluang bagi anak untuk belajar dan berkembang, namun tanpa pendampingan yang tepat dapat membawa risiko terhadap perkembangan mental, karakter, dan perilaku anak.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, terutama orang tua dan keluarga, untuk lebih aktif hadir dalam kehidupan anak, termasuk mendampingi penggunaan media sosial dan teknologi digital. "Kita tidak bisa menjauhkan anak dari teknologi, tetapi kita harus memastikan mereka memiliki pendampingan yang benar. Anak-anak perlu diarahkan agar teknologi menjadi sarana belajar dan berkembang, bukan menjadi sumber masalah bagi mereka," tegasnya.
Serena menilai bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, gereja, komunitas, dan seluruh masyarakat.
Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak peserta PPA agar tidak takut bermimpi dan terus berusaha mengembangkan potensi yang mereka miliki. "Bermimpilah setinggi mungkin. Jangan biarkan siapa pun membatasi mimpi kalian. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, terus berusaha, dan percaya bahwa kalian memiliki masa depan yang baik," pesannya.
Sementara itu, Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Pattikawa, dalam suara gembalanya mengingatkan bahwa anak-anak bukan sekadar generasi penerus masa depan, tetapi bagian penting dari karya Tuhan yang harus diperhatikan dan dirawat sejak sekarang.
Mengutip Markus 10:13–16 tentang Yesus yang menerima dan memberkati anak-anak, Pdt. Mercy menegaskan bahwa anak harus dipandang sebagai pribadi yang berharga, dikasihi, dan memiliki hak untuk tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih.
Menurutnya, keluarga, gereja, dan sekolah memiliki peran penting dalam menghadirkan pengasuhan yang bertanggung jawab di tengah berbagai tantangan zaman, termasuk kemiskinan, kekerasan terhadap anak, persoalan pendidikan, hingga pengaruh negatif dunia digital.
"Mari melihat setiap anak bukan sebagai masalah yang harus diselesaikan, tetapi sebagai anugerah Tuhan yang harus dirawat. Gereja harus menjadi tempat yang aman dan ramah anak, tempat di mana kasih Tuhan nyata dirasakan oleh mereka," ungkapnya.
Ketua Klaster PPA Kupang Timur, Yuci Negoelima, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum syukur atas perjalanan pelayanan PPA sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mendampingi anak-anak di wilayah pelayanan mereka.
Melalui program pendampingan yang dilakukan, PPA berupaya menghadirkan ruang pembinaan bagi anak-anak agar mereka tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan hidup, dan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Wakil Wali Kota Kupang dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap berbagai inisiatif masyarakat dan lembaga keagamaan yang bergerak dalam perlindungan serta pengembangan anak. *PKP_anjel lasbaun/ansel ladjar*
Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Berita Terkini
Wawali Buka PushBike Fun Race 2026, Dorong Ruang P...
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., mengha...
28 Juli 2026, 14:50
Wali Kota Kupang Lepas 48 Kontingen Pramuka Kota K...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi melepas 48 anggot...
28 Juli 2026, 14:47
Festival Budaya Multi-Etnis Oesapa Barat, Sekda: K...
Keberagaman budaya yang hidup dalam harmoni menjadi kekuatan besar bag...
28 Juli 2026, 14:42
DWP Kota Kupang Perkuat Peran Orang Tua, Sekda: Ka...
Pendidikan anak tidak hanya berbicara tentang prestasi akademik, tetap...
28 Juli 2026, 14:40
Wawali Dukung INOVASI NTT, Jadikan Kunjungan Dubes...
Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mit...
28 Juli 2026, 10:15