Wawali Serena Dukung Bulan Pendidikan GMIT Paulus, Dorong Kepedulian Bersama bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Senin, 27 Juli 2026 | 09:11:49
Gambar Berita

Foto: PKP_abi letman

Komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif kembali ditegaskan. Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menyatakan dukungan penuh terhadap Perayaan Bulan Pendidikan GMIT Paulus Kupang yang tahun ini secara khusus mengangkat perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, terutama anak dengan autisme. Penegasan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Panitia Hari Raya Gerejawi (HRG) GMIT Paulus Kupang di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Rabu (22/7).

Hadir dalam audiensi tersebut Ketua Majelis Jemaat GMIT Paulus Kupang, Pdt. Apriana Norma Manu-Folla, S.Th., Pdt. Stefanus Makunimau, S.Th., Ketua Panitia HRG, Adriana Bunna Kalla, S.E., beserta jajaran panitia. Turut mendampingi Wakil Wali Kota, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Ivan Lenny Mila Meha, S.STP., M.M., bersama perwakilan Dinas Sosial dan Bagian Umum Setda Kota Kupang.

Dalam pertemuan tersebut, panitia memaparkan rencana Perayaan Bulan Pendidikan GMIT Paulus yang akan digelar pada 31 Juli 2026 dengan tema "Mempersiapkan Masa Depan Anak Autis." Kegiatan akan melibatkan perwakilan SLB se-Kota Kupang, Pusat Layanan Autis, orang tua, tenaga pendidik, dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemahaman serta kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus.

Rangkaian kegiatan mencakup edukasi mengenai tumbuh kembang anak, pencegahan kekerasan terhadap anak berkebutuhan khusus, pelayanan pemeriksaan kesehatan, fisioterapi, hingga doa bersama.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kepedulian GMIT Paulus yang secara konsisten menghadirkan ruang edukasi dan pendampingan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, perhatian terhadap kelompok disabilitas tidak boleh berhenti pada rasa simpati, tetapi harus diwujudkan melalui kolaborasi yang nyata agar mereka memperoleh kesempatan yang sama untuk bertumbuh, belajar, dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

"Pemerintah Kota Kupang tentu mendukung penuh kegiatan yang memberikan perhatian kepada teman-teman disabilitas. Edukasi seperti ini sangat penting, bukan hanya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penanganan anak berkebutuhan khusus, tetapi juga untuk menghilangkan stigma yang masih sering mereka hadapi," ujar Serena.

Ia menilai fokus Bulan Pendidikan tahun ini sangat relevan dengan semangat membangun Kota Kupang yang inklusif, di mana setiap anak, tanpa memandang kondisi fisik maupun perkembangan dirinya, memiliki hak yang sama untuk memperoleh kasih sayang, pendidikan, perlindungan, dan kesempatan berkembang.

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang siap mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut, baik melalui fasilitasi kebutuhan yang diperlukan maupun dukungan operasional sesuai mekanisme yang berlaku. "Anak-anak berkebutuhan khusus bukan hanya tanggung jawab keluarga atau sekolah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Ketika masyarakat semakin memahami dan menerima mereka, maka kita sedang membangun Kota Kupang yang lebih ramah, inklusif, dan penuh kasih," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HRG, Adriana Bunna Kalla, menjelaskan bahwa Perayaan Bulan Pendidikan telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Tahun ini, panitia memilih memberikan perhatian khusus pada persiapan masa depan anak autis, termasuk pendampingan menuju usia remaja serta pentingnya pendataan dan kategorisasi sebagai dasar penyusunan layanan yang lebih tepat.

Menurutnya, kehadiran Pemerintah Kota Kupang dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi bentuk dukungan moral sekaligus menguatkan pesan bahwa perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Ivan Lenny Mila Meha, menyampaikan bahwa usulan bantuan operasional bagi kegiatan tersebut telah memperoleh persetujuan pimpinan dan sedang diproses sesuai mekanisme administrasi agar dapat direalisasikan sebelum pelaksanaan kegiatan.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Pertemuan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Pdt. Stefanus Makunimau, memohon penyertaan Tuhan bagi Kota Kupang, kelancaran pelaksanaan Perayaan Bulan Pendidikan, serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Melalui dukungannya terhadap Perayaan Bulan Pendidikan GMIT Paulus, Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, di mana setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, memperoleh ruang yang sama untuk tumbuh, belajar, dan menggapai masa depan yang lebih baik. *PKP_tamar ndapatady/ansel ladjar*
 

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali