Serahkan Bantuan Program Ina Kasih di Kota Lama, Wawali Tegaskan Hak Kesehatan Perempuan Bukan Kemewahan

Senin, 27 Juli 2026 | 09:09:02
Gambar Berita

Foto: PKP_eman hala

Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada perempuan melalui Program Ina Kasih, sebuah inovasi perlindungan sosial yang menjamin akses perempuan dari keluarga prasejahtera terhadap kebutuhan dasar kesehatan menstruasi. Bahkan, Kota Kupang menjadi salah satu daerah pertama di Indonesia yang menghadirkan bantuan pembalut gratis sebagai bagian dari kebijakan pemerintah daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., saat menyerahkan bantuan pembalut gratis kepada perempuan penerima manfaat di Aula Kantor Camat Kota Lama, Selasa (21/7).

Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kupang, dr. Marsiana Y. Halek, perwakilaan dari Dinas Sosial, Camat Kota Lama, Muhammad Adriyanto Abdul Jalil, S.H., M.M., para lurah se-Kecamatan Kota Lama, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), kader kesehatan, serta para penerima manfaat dari tujuh kelurahan di Kecamatan Kota Lama.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa Program Ina Kasih lahir dari kesadaran bahwa kesehatan menstruasi merupakan bagian dari hak dasar perempuan yang tidak boleh diabaikan. “'Ina' berarti mama atau perempuan, sedangkan 'Kasih' berarti kepedulian. Program Ina Kasih bukan sekadar membagikan pembalut gratis, tetapi menjadi simbol kasih dan keberpihakan Pemerintah Kota Kupang kepada perempuan, khususnya mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera," ujarnya.

Menurut Serena, kebutuhan pembalut sering dianggap persoalan sederhana. Padahal, bagi banyak keluarga berpenghasilan rendah, kebutuhan tersebut menjadi pengeluaran rutin yang cukup membebani ekonomi rumah tangga.

Karena itu, melalui Program Ina Kasih, pemerintah ingin memastikan tidak ada perempuan yang harus mengorbankan kesehatan reproduksinya akibat keterbatasan ekonomi. Bantuan yang diterima diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga sehingga anggaran rumah tangga dapat dialihkan untuk kebutuhan penting lainnya seperti pangan, pendidikan anak, maupun kebutuhan dasar lainnya.

Lebih jauh, Serena menegaskan bahwa perhatian Pemerintah Kota Kupang terhadap kesehatan perempuan tidak berhenti pada Program Ina Kasih. Pemerintah juga menjalankan program vaksinasi HPV gratis sebagai langkah preventif dalam menekan risiko kanker serviks yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan.

"Kami ingin memastikan tidak ada perempuan yang kehilangan kesempatan untuk hidup sehat hanya karena keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. Ketika perempuan sehat, keluarga menjadi kuat. Ketika keluarga kuat, Kota Kupang akan semakin maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan," tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DP3A, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan dan kelurahan, para pendamping PKH, kader kesehatan, serta seluruh pihak yang telah melakukan pendataan dan verifikasi sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala DP3A Kota Kupang, dr. Marsiana Y. Halek, menjelaskan bahwa Program Ina Kasih terus mengalami perluasan jangkauan. Sejak diluncurkan, program ini telah menjangkau 1.275 perempuan, dan pada Tahun Anggaran 2026 bertambah 1.000 penerima manfaat, sehingga kini total penerima mencapai 2.275 perempuan di seluruh Kota Kupang. Seluruh penerima manfaat telah melalui proses verifikasi dan validasi sehingga bantuan benar-benar diberikan kepada perempuan dari keluarga prasejahtera dan miskin ekstrem.

Menurut Marsiana, Program Ina Kasih merupakan bagian dari upaya perlindungan sosial yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi perempuan, tetapi juga memperkuat produktivitas perempuan dan ketahanan keluarga.

"Harapannya, para penerima manfaat dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatannya tanpa harus mengurangi kebutuhan rumah tangga lainnya sehingga kualitas hidup perempuan dan ketahanan keluarga semakin meningkat," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Camat Kota Lama, Muhammad Adriyanto Abdul Jalil, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas hadirnya Program Ina Kasih yang dinilai menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar perempuan yang selama ini belum banyak tersentuh dalam berbagai program bantuan sosial.

Salah seorang penerima manfaat, Ita Mengngi, warga Kelurahan Fatubesi, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. "Bantuan ini sangat membantu kami. Uang yang biasanya dipakai membeli pembalut sekarang bisa digunakan untuk membeli makanan atau kebutuhan rumah tangga lainnya. Semoga program ini terus berlanjut," tuturnya.

Melalui Program Ina Kasih dan layanan vaksinasi HPV gratis, Pemerintah Kota Kupang terus menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan yang inklusif, responsif gender, dan berpihak kepada kelompok rentan. Lebih dari sekadar bantuan, kebijakan ini merupakan investasi sosial untuk meningkatkan kualitas kesehatan perempuan, memperkuat ketahanan keluarga, serta mewujudkan Kota Kupang sebagai Rumah Bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. *PKP_yesti ola/ansel ladjar*
 

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali