Sekda Kota Kupang Ajak WKRI Perkuat Ketahanan Keluarga
Foto: PKP_tonny ga
Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa membangun masyarakat yang kuat tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terutama organisasi perempuan yang selama puluhan tahun telah menjadi garda terdepan dalam memperkuat keluarga dan membangun karakter generasi.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S., saat mewakili Wali Kota Kupang dalam Perayaan HUT ke-102 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) tingkat Nasional, HUT ke-75 WKRI DPD Nusa Tenggara Timur, sekaligus peluncuran buku sejarah "Jejak Langkah Wanita Katolik DPD NTT", yang berlangsung di Aula Gereja Santa Maria Assumpta Kupang, Sabtu (18/7).
Dalam sambutannya, Jeffry mengajak seluruh keluarga besar WKRI untuk mensyukuri perjalanan panjang organisasi yang telah mengabdikan diri bagi Gereja, bangsa, dan masyarakat. Menurutnya, keberadaan WKRI di NTT bahkan telah lebih dahulu hadir sebelum Provinsi Nusa Tenggara Timur terbentuk secara administratif, sebuah bukti bahwa organisasi ini memiliki akar sejarah yang kuat dalam perjalanan pembangunan daerah.

Suasana menjadi semakin hangat ketika Jeffry membagikan kisah personal mengenai salah satu pelopor WKRI, Oma Porsiana, yang merupakan bagian dari keluarganya. Baginya, sosok tersebut menjadi teladan perempuan yang tidak hanya menghidupi iman, tetapi juga memperjuangkan persatuan, mempererat hubungan kekeluargaan, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Tadi ketika sejarah perjuangan dibacakan, saya terdiam. Oma Porsiana itu adalah Oma kami. Beliau adalah sosok perempuan hebat yang sangat bergiat dalam urusan keagamaan dan hak-hak perempuan. Beliau adalah magnet persatuan yang merajut komunikasi keluarga kami yang tersebar hingga ke Jerman dan Belanda. Dan terbukti hari ini, semangat mempersatukan itu memang ada di dalam rahim seorang perempuan," ungkap Jeffry yang disambut tepuk tangan hadirin.
Sekda menilai tantangan zaman yang semakin kompleks akibat derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi menempatkan keluarga sebagai benteng pertama dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, peran perempuan, khususnya para ibu, menjadi semakin strategis dalam menanamkan nilai, membangun kemandirian, serta mempersiapkan anak-anak menjadi generasi yang tangguh dan berintegritas.

Jeffry juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan sosial apabila bekerja sendiri. Kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan seperti WKRI menjadi kekuatan penting dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung pembangunan Kota Kupang.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota WKRI untuk terus berjalan bersama Pemerintah Kota Kupang dalam membangun keluarga yang kokoh sebagai fondasi lahirnya masyarakat yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. Ia menutup pesannya dengan mengutip ungkapan inspiratif, "Kita tidak selalu dapat melakukan hal-hal besar, tetapi mari melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar."
Perayaan tersebut berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan diawali dengan Perayaan Ekaristi Kudus. Hadir pada kesempatan itu Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr., Plh. Sekda Provinsi NTT, Ir. Yohanes Oktovianus, M.M., Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, Ny. Ellisah Pelt-Tobing, Ketua Pemuda Katolik NTT, Valentinus Kopong Masan, S.Pd., M.Pd., jajaran organisasi perempuan lintas denominasi, serta pengurus dan anggota WKRI dari berbagai kabupaten di NTT.

Dalam kesempatan tersebut, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr., menyampaikan ucapan proficiat yang mendalam kepada seluruh keluarga besar WKRI. Dia menegaskan bahwa usia 102 tahun secara nasional dan 75 tahun di bumi NTT bukanlah sekadar deretan angka statistik perjalanan waktu, melainkan bukti otentik dari kesetiaan tanpa batas kaum perempuan dalam mengabdikan diri kepada Gereja, bangsa, dan masyarakat, dengan menghadirkan nilai-nilai Injil dalam realitas sosial.
Uskup Agung juga menggarisbawahi peran strategis perempuan yang tidak dapat digantikan oleh institusi formal apa pun, termasuk sekolah. Di dalam keluarga, seorang ibu adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Dari sentuhan kaum perempuanlah nilai-nilai kejujuran, iman yang kokoh, cinta tanah air, dan penghargaan terhadap keberagaman ditanamkan.
Menutup arahannya, dia mengajak WKRI untuk terus peka membaca tanda-tanda zaman, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan memperluas jejaring kerja sama lintas sektor demi mewujudkan bonum commune (kesejahteraan bersama). Dia berharap momen ini memperbaharui komitmen kader WKRI untuk menjadi garam dan terang, pelopor rekonsiliasi saat terjadi konflik, serta pembela kaum lemah dan tersingkirkan demi menyongsong Indonesia Emas.

Sementara itu, Plh. Sekda Provinsi NTT yang membacakan sambutan tertulis Gubernur NTT mengapresiasi kontribusi WKRI dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta perlindungan perempuan dan anak. Pemerintah Provinsi NTT juga menyambut baik peluncuran buku sejarah organisasi sebagai upaya merawat memori kolektif sekaligus mewariskan nilai perjuangan kepada generasi penerus.
Ketua Presidium WKRI DPD NTT, Josefina Seran Geta, menjelaskan bahwa peluncuran buku "Jejak Langkah Wanita Katolik DPD NTT" menjadi simbol perjalanan pengabdian organisasi selama 75 tahun di NTT. Buku tersebut merekam sejarah, dedikasi, dan kontribusi perempuan Katolik dalam membangun masyarakat, sekaligus menguatkan komitmen WKRI untuk terus merawat kehidupan, memperjuangkan martabat perempuan, serta melindungi anak-anak di tengah tantangan era digital. Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan tumpeng, peluncuran buku secara simbolis, dan foto bersama seluruh tamu undangan. *PKP_tamar ndapatady/ansel ladjar*
Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Berita Terkini
Wali Kota Kupang Resmikan Rumah Pastori II GMIT Je...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meresmikan Rumah Pastori II GM...
21 Juli 2026, 15:16
Wawali Sosialisasi Program Vaksin HPV Gratis dan B...
Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menghadiri k...
21 Juli 2026, 15:08
Tutup Sosialisasi Cricket, Wawali Dorong Sekolah J...
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., mendor...
18 Juli 2026, 18:27
Wawali Jadi Juri Lomba Nasi Goreng antar UPP GMIT...
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menjad...
18 Juli 2026, 18:25
Wali Kota Kupang Apresiasi Adira Expo 2026, Perkua...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri dan memberikan samb...
18 Juli 2026, 18:23