Wali Kota Kupang Siap Dukung Penuh Gerakan “Tanam Air” dan Forum SDA Terpadu

Kamis, 30 April 2026 | 16:08:54
Gambar Berita

Foto: PKP_jacky mure

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung gerakan kolaboratif pengelolaan sumber daya air saat menerima audiensi Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Kota Kupang periode 2026–2028, yang dipimpin Ketua Roddialek Pollo, S.P., M.P., di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (30/4). Pertemuan ini menjadi momentum awal penguatan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjawab tantangan krisis air yang kian kompleks di Kota Kupang.

Hadir dalam audiens tersebut Pengarah Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Kota Kupang, Dr. Ir. Ludji Michael Riwu Kaho, M.Si, Wakil Ketua I, Hijayas U. Mode, Wakil Ketua II, Juliani F. Talan, Sekretaris, Rahmat Mukolang serta bendahara, Nofdi Pono. Turut mendampingi Wali Kota Kupang, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, Kabag Prokopim Setda Kota Kupang, Elia C. Tiara, S.STP dan Plt. Kabag Umum, Hubertus Mani, SH.

Dalam suasana diskusi yang hangat dan terbuka, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas inisiatif forum yang digerakkan oleh berbagai unsur, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga komunitas peduli lingkungan. “Saya percaya, pertumbuhan dimulai dari kemauan untuk mendengar. Pemerintah Kota Kupang membuka ruang selebar-lebarnya untuk kolaborasi. Apa pun yang bisa kita kerjakan bersama di 2026, mari kita wujudkan,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Kupang siap memberikan dukungan penuh terhadap program-program forum, mulai dari fasilitasi kegiatan, dukungan logistik, hingga penyediaan ruang sekretariat. “Kalau ada kebutuhan, langsung komunikasikan. Prinsip saya jelas: harus komunikatif, responsif, dan kita support penuh. Ini kerja-kerja baik yang harus kita dorong bersama,” tegasnya.

Ketua Forum, Roddialek Pollo yang juga akademisi Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, menjelaskan bahwa forum ini merupakan inisiatif masyarakat yang menghimpun berbagai pihak untuk membantu pemerintah dalam pengelolaan sumber daya air secara terpadu.

Menurutnya, tantangan air di Kota Kupang tidak bisa ditangani secara sektoral, melainkan membutuhkan pendekatan kolaboratif berbasis ilmu pengetahuan dan partisipasi masyarakat. “Kami hadir untuk membantu pemerintah. Forum ini berisi berbagai unsur, dari ilmuwan, praktisi, hingga komunitas. Semua bergerak bersama untuk satu tujuan: menjaga keberlanjutan air,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya langkah preventif seperti konservasi daerah aliran sungai (DAS) dan penguatan kebijakan berbasis lingkungan untuk menghadapi potensi krisis air dalam 10 tahun ke depan.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Forum, Ani Talan, memaparkan sejumlah aksi nyata yang telah dilakukan bahkan sebelum pengukuhan resmi forum, di antaranya penanaman ratusan pohon di kawasan DAS, pengembangan lubang biopori di 10 kelurahan, serta pembentukan forum kecil penjaga DAS di tingkat masyarakat.

Dari sekitar 270 pohon yang ditanam, tingkat keberhasilan mencapai lebih dari 90 persen. Selain itu, forum juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat terkait konservasi air dan pelaporan kebocoran jaringan air bersih. “Kami tidak hanya bicara konsep, tetapi sudah bergerak di lapangan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tinggal bagaimana kita memperkuat kolaborasi agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan,” ungkap Ani.

Dalam audiensi tersebut juga disepakati rencana pengukuhan pengurus Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Kota Kupang yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Wali Kota bahkan mengusulkan agar kegiatan pelantikan digelar di Aula Rumah Jabatan sebagai simbol dukungan penuh pemerintah terhadap gerakan ini. *PKP_ansel ladjar/nina tiara*

Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang

Kembali