Sekda Kota Kupang Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dan Keberlanjutan Vaksinasi HPV bagi Perempuan
Foto: PKP_jacky mure
Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan perempuan melalui pelaksanaan Kegiatan Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Eduard Pelt, S.H., di Gedung RSUD S.K. Lerik Kota Kupang, Selasa (3/2).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang, Drs. Sem Lapik, Apt., M.Sc., Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, Ketua IDI Kota Kupang, Direktris RSUD S.K. Lerik Kota Kupang, para tenaga kesehatan dan vaksinator, serta para penerima vaksin HPV.

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa kegiatan vaksinasi HPV yang dilaksanakan di RSUD S.K. Lerik merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) dalam upaya pencegahan penyakit, khususnya kanker serviks yang berisiko tinggi bagi perempuan.
“Apa yang dilaksanakan hari ini di Gedung RSUD S.K. Lerik adalah bentuk kolaborasi Pemerintah Kota Kupang dan Balai POM dalam melaksanakan kegiatan vaksinasi. Vaksin ini sangat penting untuk mencegah kanker serviks, dan melalui kegiatan hari ini kita memperkuat fondasi kehidupan generasi bangsa ke depan melalui perempuan,” ujar Sekda.
Sekda menjelaskan bahwa vaksinasi HPV tidak hanya berdampak pada pencegahan penyakit, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di Kota Kupang.

Kegiatan vaksinasi HPV ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis. Hingga hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 370 peserta telah mendaftar untuk mengikuti vaksinasi, jumlah yang jauh melampaui target awal sebanyak 100 peserta.
“Per hari ini sudah ada 370 peserta yang mendaftar untuk divaksin. Ini menunjukkan antusiasme dan kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap pentingnya kesehatan,” tambah Sekda.
Sekda menekankan bahwa vaksinasi HPV merupakan rangkaian yang harus dilaksanakan secara lengkap agar manfaatnya dapat diperoleh secara maksimal. Oleh karena itu, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan vaksin tahap kedua dua bulan ke depan dan tahap ketiga enam bulan berikutnya, dengan jumlah peserta yang diharapkan tetap sama. “Dua kali vaksin lanjutan setelah hari ini harus tetap dilaksanakan agar proses vaksinasi berjalan optimal. Jika tahapan lanjutan tidak dilakukan, maka manfaat vaksinasi tidak dapat diperoleh secara maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan vaksinasi HPV tersebut. Ia menilai antusiasme peserta menjadi indikator meningkatnya kesadaran perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. “Tadi targetnya hanya 100 orang, tetapi yang mendaftar mencapai 370 peserta. Ini berarti antusiasmenya luar biasa. Bahkan dari Balai POM Pusat menyampaikan bahwa kegiatan ini bisa dibilang memiliki antusiasme paling besar,” ungkap dr. Widya Cahya.
Menurutnya, partisipasi aktif perempuan, termasuk remaja dan perempuan muda, menunjukkan pemahaman yang semakin baik mengenai pentingnya kesehatan reproduksi. “Remaja hari ini adalah calon ibu ke depan. Artinya, ibunya harus sehat lebih dulu. Karena itu, kegiatan ini sangat baik dan sangat bermanfaat,” tambahnya.

Atas nama Tim TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya menyampaikan dukungan penuh serta ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan vaksinasi HPV tersebut. “Kami dari TP PKK sangat mendukung dan berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Ini adalah langkah nyata dalam melindungi dan meningkatkan kesehatan perempuan di Kota Kupang,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang, Drs. Sem Lapik, Apt., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi HPV di Kota Kupang merupakan bagian dari Gerakan Sejuta Vaksin HPV yang diluncurkan secara nasional oleh Badan POM bekerja sama dengan Korpri Nasional dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan POM. Gerakan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan HUT ke-25 Badan POM, HUT ke-54 Korpri Nasional, dan HUT ke-26 DWP Badan POM, sekaligus bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI di bidang kesehatan serta target Kementerian Kesehatan untuk eliminasi kanker serviks pada tahun 2030.

Lebih lanjut, Sem Lapik menegaskan bahwa vaksinasi merupakan langkah preventif yang jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan pengobatan. Vaksin HPV terbukti aman dan efektif, mampu mencegah hingga 90 persen kasus kanker serviks, dengan perlindungan jangka panjang yang telah teruji secara global. Badan POM bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memastikan keamanan vaksin HPV dengan efek samping yang umumnya ringan. Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Kota Kupang yang dinilai sangat tinggi, melebihi kuota awal yang ditetapkan. *PKP_chris dethan/nina tiara*
Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Berita Terkini
Sekda Kota Kupang Terima Kunjungan BPK RI dalam En...
Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Eduard Pelt, S.H., menerima kunj...
29 Januari 2026, 18:00
Program INA KASIH Pemerintah Kota Kupang Raih Juar...
Komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menghadirkan kebijakan yang berp...
28 Januari 2026, 11:47
Kota Kupang Terima Penghargaan Capaian Universal H...
Komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menjamin hak dasar kesehatan war...
28 Januari 2026, 07:21
Pemkot Kupang dan BBPOM Sinergikan Program Sejuta...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi Kepala Balai...
27 Januari 2026, 11:48
Wali Kota–Wakil Wali Kota Kupang Gandeng Forkopimd...
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Kupang...
27 Januari 2026, 11:46